Pengaruh Penerapan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Melalui Pembelajaran dan Pengetahuan Terhadap Kinerja BBP2HP Jakarta
View/ Open
Date
2018Author
Sunahwati, Eka
Maarif, M Syamsul
Sukmawati, Anggraini
Metadata
Show full item recordAbstract
Sumber daya manusia merupakan salah satu aspek terpenting dalam mencapai kinerja organisasi yang maksimal. Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan (BBP2HP) sebagai organisasi kepemerintahan yang mempunyai fungsi pelayanan publik memerlukan upaya dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui pengelolaan sumber daya manusia yang baik dengan pembelajaran organisasi dan penerapan manajemen pengetahuan sebagai mediasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penerapan fungsi manajemen sumber daya manusia (MSDM), pembelajaran organisasi, penerapan manajemen pengetahuan terhadap kinerja organisasi di BBP2HP serta merumuskan strategi peningkatan kinerja organisasi yang tepat untuk diterapkan di BBP2HP.
Penelitian ini menggunakan sampling jenuh yaitu dengan cara menyerahkan kuisioner kepada seluruh pegawai negeri sipil di BBP2HP berjumlah 115 orang dan wawancara mendalam terhadap pakar berjumlah 11 orang yang berasal dari internal dan eksternal BBP2HP. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2018. Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif responden, uji korelasi dengan metode spearman, analisis Structural Equation Modelling (SEM) dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Variabel yang digunakan adalah penerapan fungsi MSDM, pembelajaran organisasi, manajemen pengetahuan dan kinerja organisasi.
Hasil penelitian menunjukkan penerapan fungsi MSDM, pembelajaran organisasi dan manajemem pengetahuan berpengaruh positif dan langsung terhadap kinerja organisasi. Strategi prioritas utama untuk meningkatkan kinerja organisasi adalah kebijakan pengembangan SDM dengan subalternatif strateginya adalah pelatihan dan pengembangan. Faktor yang menjadi prioritas utama dalam strategi peningkatan kinerja organisasi di BBP2HP adalah kepemimpinan, dimana aktor yang paling berperan adalah Kepala BBP2HP. Pelatihan dan pengembangan SDM diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan oleh organisasi dalam upaya mencapai tujuan yang diharapkan. Pelatihan dan pengembangan pegawai sebaiknya didasarkan pada kebutuhan yang ada serta asas pemerataan. Selain itu, pemimpin juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam strategi peningkatan kinerja organisasi. Pemimpin harus mempunyai perilaku yang selalu merangsang perlunya cara baru untuk melakukan sesuatu dan merangsang munculnya ide-ide baru dari bawahannya. Pemimpin tersebut merupakan pemimpin berorientasi terhadap pengetahuan (knowledge-oriented leadership).
Collections
- MT - Economic and Management [3229]
