View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Hubungan antara Faktor Iklim dengan Titik Panas sebagai Indikator Terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (15.72Mb)
      Date
      2018
      Author
      Nugroho, Praditya Fajar
      Hidayati, Rini
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kebakaran hutan di Kalimantan disebabkan oleh berbagai faktor seperti meningkatnya aktivitas pembukaan lahan untuk pemukiman, pertanian, perkebunan dan industri yang didukung oleh kondisi iklim. Indikasi kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dapat diketahui dari informasi titik panas atau hotspot dengan memanfaatkan kanal yang berada pada satelit MODIS Aqua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sebaran hotspot dengan faktor iklim pada kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Jumlah titik panas di Kalimantan dipengaruhi oleh faktor iklim berupa curah hujan dan suhu rata-rata. Sebaran titik panas yang tinggi terjadi pada suhu > 31oC dan curah hujan < 150 mm per bulan. Titik panas tidak menggambarkan sepenuhnya kebakaran lahan, tetapi dapat menjadi gambaran umum bahwa luas kebakaran hutan dan lahan (ha) setara dengan 0.6 dari jumlah titik panas di Kalimantan. Fenomena meteorologi El Niño Southern Oscilation (ENSO) berkorelasi nyata dengan luas kebakaran hutan dan lahan maupun jumlah titik panas terutama pada pola musiman Agustus, September dan Oktober (ASO). Rata-rata jumlah titik panas tertinggi terjadi di bulan Agustus dimana pada bulan tersebut sedang mengalami puncak musim kemarau. Analisis dengan jeda waktu pada variabel penduga (curah hujan dan suhu) belum dapat digunakan untuk menjadi bahan acuan untuk menduga kejadian kebakaran hutan pada 10-30 hari ke depan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96462
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1719]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository