Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan Minyak Sawit Indonesia oleh Negara-Negara Anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
View/ Open
Date
2018Author
Morosari, Vikmatik
Falatehan, A. Faroby
Amaliah, Syarifah
Metadata
Show full item recordAbstract
Minyak sawit merupakan komoditas andalan ekspor Indonesia yang
memiliki nilai ekspor tertinggi dari sektor pertanian, sehingga memiliki peranan
penting dalam pemasukan devisa negara, penyerapan tenaga kerja, dan penggerak
utama agribisnis dari hulu hingga hilir. Namun tingginya ekspor Indonesia
dihadapkan pada kampanye negatif dari negara-negara maju yang dapat
menurunkan permintaan minyak sawit. Oleh karena itu, adanya RSPO diharapkan
dapat meningkatkan keragaan permintaan minyak sawit Indonesia. Penelitian ini
bertujuan untuk: 1) mengetahui keragaan ekspor minyak sawit Indonesia sebelum
dan setelah RSPO; 2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan
minyak sawit oleh negara-negara anggota RSPO; 3) menganalisis pengaruh RSPO
terhadap permintaan minyak sawit ke negara RSPO. Komoditas yang diteliti
adalah minyak sawit dengan kode HS 1511 yang diekspor ke 10 negara tujuan
utama dengan sertifikasi RSPO. Periode waktu yang digunakan adalah 8 tahun
sebelum dan setelah RSPO terhitung dari tahun pertama kali perusahaan di
Indonesia mendapatkan sertifikasi RSPO. Analisis menggunakan metode
deskriptif dan metode ekonometrika dengan analisis data panel menggunakan
pendekatan gravity model. Hasil analisis keragaan menunjukkan bahwa nilai
ekspor, volume ekspor, dan harga ekspor sebelum adanya RSPO memiliki
pertumbuhan yang lebih besar dibanding periode setelah adanya RSPO. Hasil
analisis gravity model menunjukkan bahwa nilai tukar riil efektif, jarak ekonomi,
harga ekspor, dummy RSPO, dan GDP perkapita negara tujuan berpengaruh
signifikan terhadap volume ekspor minyak sawit Indonesia. Negara-negara yang
mengalami peningkatan volume ekspor setelah adanya sertifikasi RSPO antara
lain Australia, Italia, Belanda, Spanyol, Jerman, Amerika Serikat, dan Inggris.
Sementara negara yang mengalami penurunan volume ekspor antara lain Jepang,
Malaysia, dan Prancis. Oleh karena itu, para eksportir perlu memfokuskan
kegiatan ekspor ke negara-negara yang memiliki peningkatan volume ekspor
setelah adanya RSPO.
