Kajian Potensi Lanskap Kota Medan untuk Pengembangan Wisata Sejarah
View/ Open
Date
2018Author
Syam, Fariz Harindra
Nurhayati
Arifin, Hadi Susilo
Metadata
Show full item recordAbstract
Kota Medan merupakan ibukota Provinsi Sumatera Utara yang terletak di
pesisir timur Sumatera Utara. Cikal bakal Kota Medan sudah ada sejak tahun 1590.
Saat ini, terdapat banyak objek sejarah di pusat Kota Medan, namun tidak banyak
yang diketahui oleh masyarakat dan wisatawan. Berdasarkan Rencana Tata Ruang
Wilayah Kota Medan tahun 2011-2021, Kota Medan memiliki Kawasan Cagar
Budaya berupa kawasan bersejarah. Dari kawasan cagar budaya tersebut, empat di
antaranya berada dalam kawasan pusat pelayanan kota Medan. Kelestarian objek
bersejarah sebagai bukti sejarah dan modal budaya tersebut memiliki potensi besar
dalam kecenderungan persaingan pariwisata global. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk memetakan kondisi dan karakter lanskap bersejarah di Kota Medan
dan mendapatkan nilai potensi wisata sejarah di kawasan bersejarah Kota Medan
serta memberikan rekomendasi pengembangan wisata sejarah di Kota Medan.
Metode yang digunakan adalah pemetaan karakter lanskap, penilaian keaslian dan
keunikan lanskap sejarah dan penilaian faktor pendukung wisata untuk
menghasilkan nilai potensi wisata sejarah.
Hasil yang diperoleh adalah terdapat enam kawasan bersejarah yang memiliki
karakter masing-masing. Kawasan tersebut adalah Kawasan Kesawan memiliki
karakter Kolonial Hindia-Belanda dan Pecinan, Kawasan Istana Maimun memiliki
karakter Kesultanan Melayu Deli, Kawasan Polonia memiliki karakter permukiman
Eropa, Kawasan Kampung Madras memiliki karakter permukiman etnis India,
Kawasan Kota Lama Labuhan Deli memiliki karakter Kesultanan Melayu Deli dan
Pecinan, serta Kawasan Pulo Brayan yang memiliki karakter kolonial Hindia-
Belanda. Hasil penilaian keaslian dan keunikan lanskap sejarah menunjukkan
bahwa Kawasan Kesawan, Kawasan Istana Maimun, dan Kawasan Polonia
memiliki nilai lanskap sejarah yang tinggi. Kawasan Kampung Madras, Kawasan
Kota Lama Labuhan Deli, dan Kawasan Pulo Brayan memiliki nilai lanskap sejarah
yang tergolong sedang. Penilaian faktor pendukung wisata menghasilkan Kawasan
Kesawan dan Kawasan Istana Maimun memiliki nilai tertinggi, sedangkan
Kawasan Polonia, Kawasan Kampung Madras, dan Kawasan Kota Lama Labuhan
Deli memiliki nilai kategori sedang. Kawasan Pulo Brayan memiliki nilai faktor
pendukung wisata yang rendah. Berdasarkan hasil penilaian lanskap sejarah serta
penilaian faktor pendukung wisata, Kawasan Kesawan memiliki nilai potensi
wisata sejarah yang tinggi. Kawasan Istana Maimun dan Kawasan Polonia memiliki
nilai potensi wisata sejarah yang sedang. Kawasan-kawasan tersebut berada
berdekatan dengan Kesawan sehingga membentuk integritas yang tinggi. Hal ini
menjadi dasar untuk pengembangan kawasan inti wisata sejarah yaitu di Kawasan
Kesawan, Istana Maimun dan Kawasan Polonia. Pengembangan kawasan inti
wisata sejarah tersebut dapat diinterpretasi melalui dua jalur sirkulasi yang dibagi
berdasarkan karakter sejarah kawasan tersebut.
Collections
- MT - Agriculture [4004]
