View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Efektivitas Kalsium Klorida dan Kitosan untuk Pengendalian Cendawan Thielaviopsis paradoxa pada Buah Salak Pondoh.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (14.04Mb)
      Date
      2018
      Author
      Fransiscus, Jeffrey
      Dharmaputra, Okky Setyawati
      Hasbullah, Rokhani
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Serangan cendawan Thielaviopsis paradoxa dapat menurunkan kualitas buah salak selama penyimpanan. Salah satu cara dalam penanganan pascapanen buah salak pondoh adalah penambahan bahan tambahan pangan (BTP) dan edible coating, seperti kalsium klorida (CaCl2) dan kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas CaCl2 dan kitosan terhadap pertumbuhan T. paradoxa in vitro dan in vivo. Isolat T. paradoxa BIO 421410 diperoleh dari SEAMEO BIOTROP. Buah salak pondoh diperoleh dari Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipilih dengan bentuk, tingkat kematangan dan ukuran yang relatif seragam. Perlakuan pada pengujian in vitro adalah 4, 5, dan 6% CaCl2; 0.5, 1, dan 1.5% kitosan; kontrol, sedangkan pada pengujian in vivo CaCl2 6%, kitosan 1.5%, CaCl2 6% + kitosan 1.5%, dan kontrol. Respon yang diamati meliputi pertumbuhan dan morfologi hifa, total mikrob, kadar air, susut bobot, kekerasan buah, Total Padatan Terlarut (TPT), uji sensori skala hedonik. Hasil penelitian menunjukan bahwa CaCl2 6% dan kitosan 1.5% paling efektif dalam menghambat pertumbuhan T. paradoxa in vitro pada suhu ruang (±28 °C), dengan sifat fungistatik dan menyebabkan perubahan morfologi pada hifa. Kitosan 1.5% lebih efektif dalam mempertahankan kualitas buah salak selama 12 hari penyimpanan, yaitu dengan menghambat penurunan kadar air, persentase susut bobot, nilai kekerasan buah, dan nilai organoleptik, serta menghambat peningkatan populasi mikrob, persentase kerusakan, dan TPT dibandingkan dengan kontrol pada suhu dan kelembapan relatif di dalam keranjang plastik masing-masing ±28 °C dan 65-75%.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94463
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository