View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Landscape Architecture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Landscape Architecture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Karakteristik Lanskap Habitat Sikep-madu (Pernis ptilorhynchus) Asia di Flores bagian Tengah berdasarkan Data Satellite Tracking

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (27.57Mb)
      Date
      2018
      Author
      Rabbani, Ahsan
      Syartinilia
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Raptor migran berperan penting sebagai indikator ekosistem pada skala global. Sikep-madu Asia (Pernis ptilorhynchus) merupakan raptor migran yang keberadaannya bergantung pada kualitas lanskap habitatnya. Satellite tracking membuktikan Flores bagian tengah menyediakan habitat musim singgah, maupun habitat musim dingin baik core dan edge bagi Sikep-madu Asia saat bermigrasi. Tujuan penelitian ini adalah mengindentifikasi dan membandingkan karakteristik lanskap habitat musim dingin (core dan edge) dan singgah Sikep-madu Asia di Flores bagian tengah, serta membuat rekomendasi pengelolaan lanskap habitat. Metode yang digunakan adalah menganalisis komponen utama preferensi enam individu Sikep-madu Asia (ARGOS 2006-2010) pada 19 variabel lingkungan yang dikombinasikan dengan GIS, untuk mendapatkan karakteristik bagi habitat core, edge, dan singgah. Terdapat lima, tujuh, dan empat komponen utama yang menjelaskan 73.09%, 79.73%, dan 68.78% sebaran data pada masing-masing habitat core, edge, dan singgah. Karakteristik lanskap yang ditemukan di habitat musim dingin dan singgah berhubungan dengan ketersediaan angin termal dan hunting area. Habitat core memiliki tutupan lahan lebih variatif dibandingkan tipe habitat lain. Habitat singgah memiliki kemiripan heterogenitas lanskap dengan core, namun tidak memiliki cukup sumber daya makanan sebaik core. Habitat edge memiliki kombinasi tutupan lahan lebih sedikit tetapi berperan penting sebagai zona penyangga untuk core. Hutan dan kemiringan 8-40% menjadi minimum habitat requirement untuk habitat musim dingin dan singgah. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi umum dan khusus sebagai upaya mengelola habitat Sikep-madu Asia.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94049
      Collections
      • UT - Landscape Architecture [1259]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository