View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kinerja Rantai Pasok Sayuran Organik di PT. Simply Fresh Organic Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (31.37Mb)
      Date
      2018
      Author
      Apriyani, Dwi
      Nurmalina, Rita
      Burhanuddin
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      PT Simply Fresh Organic (PT SFO) selalu berusaha mengutamakan pemenuhan kebutuhan retail, namun permasalahannya banyak pasokan petani yang tidak sesuai dengan standar sehingga tidak bisa dikirim ke retail. Ketidaksesuaian produk dengan standar yang sulit diprediksi menyebabkan perusahaan susah untuk melakukan peramalan permintaan dan melakukan order untuk persediaan. Sementara itu, kesalahan dalam peramalan dapat menyebabkan ketidaksesuaian jumlah produk yang tersedia di PT SFO dengan kebutuhan retail. Biasanya untuk mengantisipasi produk yang tidak sesuai dengan standar dan permintaan yang tidak terduga, setiap lembaga rantai pasok menambah jumlah permintaan pesanan yang diterima dari lembaga rantai pasok berikutnya. Padahal kelebihan permintaan di setiap lembaga rantai pasok dapat menyebabkan bullwhip effect. Bullwhip effect merupakan salah satu sumber kendala yang menciptakan supply chain tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis gambaran umum rantai pasok sayuran organik di PT SFO; (2) Menganalisis bullwhip effect rantai pasok sayuran organik di PT SFO; (3) Menganalisis kinerja rantai pasok sayuran organik di PT SFO; dan (4) Menganalisis efisiensi rantai pasok sayuran organik di PT SFO. Penelitian dilaksanakan di PT SFO, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, yang dipilih secara purposive sampling dengan pendekatan studi kasus. Sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling, yang terdiri dari satu perusahaan, yaitu PT SFO, 16 petani mitra selaku pemasok sayur di perusahaan, dan 4 retail mitra sebagai konsumen perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data diolah dengan menggunakan empat metode analisis. Analisis pertama merupakan analisis deskripsi rantai pasok sayuran organik dengan menggunakan metode Food Supply Chain Networks (FSCN). Analisis kedua yaitu untuk melihat fenomena bullwhip effect dengan menggunakan perbandingan antara koefisien variansi pesanan yang diciptakan dan koefisien variansi permintaan yang diterima oleh lembaga rantai pasok. Analisis ketiga berupa kinerja rantai pasok sayuran organik yang akan diukur dengan membandingkan nilai kinerja eksternal dan internal pada petani mitra dan perusahaan dengan nilai superior pada foodSCORcard. Kinerja eksternal terdiri dari atribut reliability, fleksibility, dan responsiveness yang mencakup enam indikator yaitu kinerja pengiriman, pemenuhan pesanan, kesesuaian dengan standar, reliabilitas, lead time pemenuhan pesanan dan siklus pemenuhan pesanan. Sedangkan kinerja internal terdiri dari atribut asset dan cost yang mencakup indikator cash to cash cycle time, persediaan harian, dan total supply chain management cost. Ke empat, efisiensi kinerja rantai pasok sayuran organik dianalisis menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan asumsi Variable Return to Scale (VRS). Berdasarkan pendekatan FSCN diketahui bahwa gambaran umum rantai pasok sayuran organik di PT SFO sudah berjalan dengan baik namun masih perlu ditingkatkan pada beberapa aspek. Koordinasi dan komunikasi antar lembaga rantai pasok sudah terjalin kuat untuk sama-sama mencapai kesejahteraan. Di bagian hilir, PT SFO selalu menjaga dan memperluas pasar di area Jabodetabek sementara itu di bagian hulu, petani senantiasa memperbaiki kualitas dan meningkatkan kuantitas pasokan. Penguatan manajemen rantai pasok juga dilakukan perusahaan melalui pendampingan ke petani dan evaluasi kerjasama dengan retail mitra. Baik anggota primer maupun anggota pendukung rantai pasok selalu berkoordinasi dalam menjalankan peran dan fungsinya masing-masing untuk mencapai tujuan rantai pasok. Pola aliran barang dan informasi secara umum sudah baik, namun aliran keuangan sedikit terhambat karena sebagian retail tidak memberikan pembayaran produk dengan tepat waktu. Menurut proses bisnis rantai pasok, PT SFO menjalankan tiga proses bisnis yaitu procurement, replenishment, dan customer order. Salah satu kendala pengembangan rantai pasok sayuran organik adalah penerapan teknologi yang belum optimal. Analisis bullwhip effect dilakukan untuk mengetahui variabilitas permintaan sayuran organik di setiap lembaga rantai pasok. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai bullwhip effect di PT SFO 1.3926, lebih besar daripada nilai bullwhip effect di retail yaitu 0.8228. Artinya PT SFO mengalami bullwhip effect sedangkan retail tidak atau permintaan di retail cenderung tetap. Menurut pengukuran bullwhip effect berdasarkan agregat produk di PT SFO, terdapat empat komoditas yang mengalami bullwhip effect, antara lain: bayam hijau, brokoli, horenso, dan wortel super. Sementara wortel baby merupakan satu-satunya komoditas di PT SFO yang tidak mengalami bullwhip effect. Bullwhip effect pada sayuran organik di PT SFO terjadi karena error forcasting dan rationing and shortage gaming. Hasil pengukuran kinerja rata-rata petani mitra menunjukkan bahwa terdapat empat indikator kinerja yang memerlukan perbaikan untuk mencapai posisi kinerja terbaik, antara lain: kinerja pengiriman (94.80 persen), kesesuaian dengan standar (88.36 persen), persediaan harian (0.31 persen), dan total supply chain management cost (10.00 persen). Sementara itu ditingkat perusahaan, indikator kinerja yang membutuhkan perbaikan antara lain: pemenuhan pesanan (80.00 persen), kesesuaian dengan standar (86.00 persen), dan total supply chain management cost (31.75 persen). Berdasarkan pengukuran efisiensi kinerja rantai pasok, terdapat delapan petani brokoli mitra (66.67 persen) yang sudah efisien secara teknis karena memiliki nilai efisiensi kinerja sama dengan 1.00. Upaya perbaikan kinerja rantai pasok dapat dimulai dengan optimalisasi pola aliran informasi melalui peningkatan intensitas sharing information antar anggota rantai pasok. Sementara itu, pencegahan bullwhip effect dapat dilakukan perusahaan melalui perbaikan penyimpanan data dengan sistem komputerisasi untuk menjamin akurasi data peramalan permintaan. Upaya untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi rantai pasok dapat difasilitasi PT SFO melalui pelatihan pascapanen secara rutin kepada petani mitra, supaya kualitas produk yang dikirim sesuai dengan standar retail. Di samping itu, baik petani maupun perusahaan harus berusaha untuk meminimalisir jumlah sayur tolakan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93954
      Collections
      • MT - Economic and Management [3197]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository