View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis kelembagaan pengelolaan daerah penyangga taman nasional kerinci seblat : studi kasus di eks HPH PT Maju Jaya Raya Timber Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu

      Thumbnail
      View/Open
      Abstract (68.93Kb)
      Full Text (1.920Mb)
      Postscript (2.078Mb)
      Cover (339.6Kb)
      Bab I (337.9Kb)
      Bab II (335.6Kb)
      Bab III (414.8Kb)
      Bab IV (752.0Kb)
      Daftar Pustaka (1.478Mb)
      Penutup (305.5Kb)
      Date
      2007
      Author
      Khalik, Idham
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Eks HPH PT Maju Jaya Raya Timber (PT MJRT) terletak di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sehingga merupakan daerah penyangga bagi perlindungan kawasan konservasi tersebut. Dalam kaitan inilah kebijakan pengelolaan daerah penyangga tersebut harus mendukung upaya-upaya konservasi pada TNKS. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan situasi, struktur, prilaku dan kinerja pengelolaan daerah penyangga TNKS; dan 2) merumuskan alternatif kebijakan pengelolaan daerah penyangga TNKS. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan kelembagaan serta metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan SWOT Analysis untuk merumuskan prioritas fungsi pengelolaan daerah penyangga tersebut dan alternatif kebijakannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan hutan berupa hutan primer pada daerah penyangga (eks HPH PT MJRT) hanya sekitar 30%, sedangkan sisanya berupa hutan bekas tebangan serta lahan perkebunan milik masyarakat maupun swasta. Hal ini mengindikasikan bahwa pengelolaan kawasan hutan tersebut sebagai daerah penyangga TNKS belum baik. Berdasarkan analisis AHP, fungsi pengelolaan daerah penyangga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga dapat mengurangi tekanan masyarakat terhadap kawasan hutan. Beberapa alternatif kebijakan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil analisis SWOT adalah penguatan property right atas lahan, membangun institusi lokal, mengembangkan agroforestry pada areal yang masih berhutan dan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan ekonomi produktif.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/9395
      Collections
      • MT - Multidiciplinary Program [1955]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository