View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perencanaan Usahatani Lahan Kering Berkelanjutan Di DAS Sape Lombok Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      Abstract (40.64Kb)
      Full Text (1.223Mb)
      Postscript (3.209Mb)
      Cover (301.4Kb)
      Bab I (357.9Kb)
      Bab II (415.3Kb)
      Bab III (413.2Kb)
      Bab IV (399.3Kb)
      Bab V (459.4Kb)
      Daftar Pustaka (1.147Mb)
      Penutup (354.7Kb)
      Date
      2007
      Author
      Satriawan, Halus
      Sinukaban, Naik
      Tarigan, Suria Darma
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      DAS Sape merupakan sub DAS Dodokan yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem usahatani lahan kering yang sedang berjalan dan menyusun perencanaan usahatani lahan kering yang berkelanjutan. Untuk mengkaji sistem usahatani dan penggunaan lahan dilakukan dengan evaluasi kemampuan lahan menggunakan metode Klingebiel dan Montgomery (1976), evaluasi pola tanam dan agroteknologi untuk perencanaan pertanian berkelanjutan disusun melalui prediksi erosi menggunakan model USLE dan analisis sosial ekonomi menggunakan metode cash – flow analysis (Soekartawi, 1986). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lahan di DAS Sape terdiri dari kelas kemampuan II, III. IV dan VI dengan faktor pembatas secara berturut – turut adalah lereng yang landai-curam, erosi dengan tingkat sedang-berat, drainase agak baik dan ermeabilitas yang agak lambat. Luas penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuan lahan mencapai 1.312,4 ha (54,4 %) yang berada pada kelas VI dengan penggunaan lahan kebun, semak dan sawah tadah hujan sehingga perlu dilakukan perubahan penggunaan lahan. Pola tanam tumpangsari bersisipan pada Satuan Lahan 5a, 22, 10a, 10b, 16g, 15 dan 25c menghasilkan erosi < ETol (3,9 – 39,3 ton/ha/tahun), sedangkan pola tanam lainnya menghasilkan erosi > ETol (37,4 – 6584,2 ton/ha/tahun). Hal ini mengakibatkan rendahnya produktivitas lahan dan berpengaruh terhadap pendapatan petani yang rendah (Rp. 1.502.000 – Rp. 7.667.500 KK/tahun), sehingga diperlukan perubahan pola tanam dan agroteknologi. Pola tanam dan agroteknologi yang direkomendasikan untuk meminimalkan erosi adalah tumpangsari antara padi gogo - palawija yang disertai dengan mulsa dan penggunaan teras. Setelah perbaikan pola tanam dan agroteknologi dihasilkan nilai prediksi erosi sebesar 7,1 – 20,7 ton/ha/tahun serta pendapatan petani setelah ditunjang dengan usaha ternak meningkat menjadi Rp. 14.569.244 – Rp. 16.425.401 /KK/tahun.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/9379
      Collections
      • MT - Agriculture [4005]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository