View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perubahan Penggunaan Lahan dan Kesesuaian Lahan untuk Padi Sawah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (32.27Mb)
      Date
      2018
      Author
      Nasution, Andriansyah
      Rustiadi, Ernan
      Darmawan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Fenomena alih fungsi lahan, khususnya lahan sawah ke non pertanian saat ini menjadi salah satu isu penting di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Oleh karena itu, upaya perlindungan sawah menjadi hal yang paling utama dalam rangka menjaga ketahanan pangan daerah. Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah menerbitkan Perda Nomor 11 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2011 – 2031. Pasal 35 (3) yang tercantum dalam perda tersebut, menyatakan bahwa pemerintah telah menetapkan kawasan peruntukan pertanian seluas 33.457 ha yang bertujuan agar Kabupaten Tanjung Jabung Timur menjadi sentra lumbung padi di Provinsi Jambi. Upaya meminimalisir laju perubahan penggunaan lahan sangatlah penting karena perubahan penggunaan lahan memiliki dampak terhadap lingkungan fisik maupun sosial. Oleh karena itu diperlukan kajian untuk memperoleh data informasi mengenai perubahan penggunaan lahan yang terjadi dan juga mengetahui pengaruh dari faktor jumlah penduduk dan lokasi lahan (locational rent) terhadap konversi lahan sawah. Diperlukan juga kajian mengenai kesesuaian dan ketersediaan lahan untuk padi sawah serta bagaimana gambaran dari keselarasan antara kesesuaian lahan sawah eksisting dengan rencana pola ruang. Hasil yang didapat dari kajian tersebut akan sangat berguna dalam merencanakan pengembangan kawasan pertanian sehingga dapat menekan laju alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengetahui kondisi perubahan penggunaan lahan dari tahun 2007 - 2014; 2) mengetahui pengaruh dari jumlah penduduk dan faktor jarak yang menyebabkan perubahan penggunaan lahan sawah; 3) memperoleh data kesesuaian dan ketersediaan lahan untuk tanaman padi sawah; dan 4) mendapatkan gambaran tentang keselarasan antara kesesuaian lahan sawah eksisting tahun 2014 dengan rencana pola ruang. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan SIG untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan, dilanjutkan dengan pengujian beberapa faktor yang berpengaruh pada perubahan penggunaan lahan sawah dengan menggunakan metode regresi logistik biner melalui aplikasi Idrisi Selva. Faktor penyebab yang diuji meliputi kepadatan penduduk, jarak terhadap jalan provinsi dan kabupaten, jarak terhadap pusat kecamatan dan kelurahan/desa, serta jarak terhadap sungai. Penilaian kesesuaian lahan tanaman padi sawah, dilakukan melalui pendekatan kerangka FAO (1976) dengan menggunakan metode matching antara karakteristik lahan dengan kriteria kesesuaian lahan (Hardjowigeno dan Widiatmaka, 2007) yang menghasilkan data kesesuaian lahan untuk tanaman padi sawah di Kabupaten Tanjung jabung Timur. Data ketersediaan lahan diperoleh dari hasil overlay antara peta penggunaan lahan tahun 2014, peta kesesuaian lahan dan peta indikatif penundaan pemberian izin baru. Evaluasi keselarasan antara kesesuaian lahan aktual sawah dengan rencana pola ruang dilakukan dengan menggunakan metode overlay untuk mengetahui seberapa besar luasan sawah eksisting yang telah selaras dengan kesesuaian lahannya maupun rencana pola ruang. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan yang dominan terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah: 1) bertambahnya luas perkebunan besar yang diikuti oleh berkurangnya lahan hutan; 2) bertambahnya luas permukiman seiring dengan pengurangan luas kebun rakyat; 3) penurunan lahan sawah dari 46.384 ha pada tahun 2007 menjadi 44.061 ha pada tahun 2014 karena terkonversi menjadi kebun rakyat, kampung, semak dan hutan sejenis. Faktor lokasi yang paling besar berpeluang menyebabkan konversi lahan sawah adalah jarak terhadap jalan pusat kelurahan/desa dengan koefisien negatif (-3,25461631), besaran koefisien tersebut menunjukkan bahwa semakin dekat jarak terhadap pusat kelurahan/desa, maka peluang lahan sawah yang berubah akan semakin besar. Kepadatan penduduk yang memiliki nilai koefisien positif (2,15467609) menunjukkan bahwa apabila tingkat kepadatan penduduk semakin tinggi, maka peluang terkonversinya lahan sawah akan semakin besar. Jarak terhadap jalan kabupaten memiliki nilai koefisien negatif (-2,41552608) dimana nilai tersebut berbanding terbalik dengan faktor jarak terhadap jalan provinsi yang memiliki nilai koefisien positif (0,541962). Perbandingan koefisien dari kedua faktor tersebut menandakan bahwa sawah yang berada dekat dengan permukiman lebih banyak yang dikonversi daripada yang berada dekat jalan provinsi, hal ini dikarenakan lahan sawah lebih dekat dengan aktivitas permukiman penduduk. Penilaian kesesuaian lahan aktual untuk padi sawah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki kelas kesesuaian S2 (cukup sesuai) dan S3 (sesuai marjinal) dengan faktor pembatas meliputi media perakaran (r) dan retensi hara (f). Subkelas dari yang terluas hingga terendah berturut-turut adalah S3f, S2rf, S3rf dan S3r. Kesesuaian lahan aktual padi sawah eksisting yang paling dominan adalah S2rf (51,53%) kemudian S3f (45,05%) dan S3rf (3,42%) dengan faktor pembatas antara lain drainase, pH tanah, tekstur, kedalaman efektif, ketebalan gambut, kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basa (KB). Upaya perbaikan untuk mengatasi faktor pembatas tersebut antara lain dengan pengelolaan irigasi dan penambahan kapur dan bahan organik dengan tingkat pengelolaan sedang hingga tinggi. Lahan yang berpotensi untuk ekstensifikasi sawah diperoleh dari penggunaan lahan semak, kebun campuran dan tanah terbuka yang berada pada peruntukan pertanian lahan basah dan pertanian lahan kering pada rencana pola ruang dengan luas 11.026 ha. Evaluasi keselarasan kesesuaian lahan aktual sawah eksisting dengan rencana pola ruang diperoleh kategori selaras (49,80%) dan berpotensi selaras (44,75%) dengan usulan rekomendasi yaitu sawah eksisting dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk alokasi lahan pangan berkelanjutan dengan melakukan pengendalian secara ketat terhadap alih fungsi lahan sawah serta meningkatkan upaya pengelolaan untuk memperoleh hasil produksi padi yang lebih optimal dan sebagai bahan pertimbangan dalam peninjauan kembali rencana pola ruang pada RTRW. Kategori tidak selaras (5,45%) tidak diberikan rekomendasi apapun. Berdasarkan penghitungan neraca beras dengan asumsi luas lahan sawah eksisting berdasarkan hasil evaluasi keselarasan antara kesesuaian lahan aktual dengan rencana tata ruang wilayah yaitu seluas 35.859 ha sehingga diperoleh surplus sebesar 65.364,70 ton atau 17,14% dari kebutuhan konsumsi beras di Provinsi Jambi pada tahun 2014.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/92459
      Collections
      • MT - Agriculture [4004]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository