Pengaruh Redenominasi dan Faktor Lainnya terhadap Kinerja Perekonomian: Pendekatan Eksperimental dan Historis
View/ Open
Date
2018Author
Baeti, Falikhakh Nur
Juanda, Bambang
Asmara, Alla
Metadata
Show full item recordAbstract
Adanya wacana kebijakan redenominasi telah ada sejak 2010, namun pada
tahun 2016 kembali mencuat dengan diajukannya Rancangan Undang-undang
Perubahan Harga ke Proglenas. Redenominasi dilatar belakangi oleh adanya jumlah
digit yang terlalu banyak menimbulkan ketidakefisienan. Selain itu, Rupiah masuk
dalam garbage money yaitu masuk 10 besar nilai tukar terlemah di dunia. Oleh
karena itu diperlukan kebijakan untuk meningkatkan kredibilitas mata uang rupiah
di mata dunia. Disamping itu, kegagalan dan keberhasilan kebijakan redenominasi
juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain pada saat negara tersebut menerapkan
kebijakan redenominasi.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pertumbuhan
ekonomi, jenis barang, masa transisi dan tahapan redenominasi terhadap kinerja
perekonomian yaitu harga transaksi dan jumlah transaksi yang dikaji dengan
pendekatan eksperimental. Selain itu, juga menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi kebijakan redenominasi dengan pendekatan historis.
Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer
dikumpulkan dengan menggunakan percobaan ekonomi, dimana responnya dilihat
terhadap harga transaksi dan jumlah transaksi, sedangkan data sekunder merupakan
data yang diambil dari 32 negara yang telah melakukan redenominasi (baik negara
yang berhasil dan gagal dalam menerapkan redenominasi) dari tahun 1963- 2008.
Data sekunder yang dikumpulkan adalah data inflasi, pertumbuhan ekonomi, suku
bunga, tingkat pengangguran, pertumbuhan uang, dan tingkat demokrasi suatu
negara pada saat menerapkan kebijakan redenominasi. Pengolahan data primer
menggunakan uji beda nilai tengah, sedangkan data sekunder menggunakan model
regresi logit dengan menggunakan software SPSS.
Dilihat dari hasil penelitian, implikasi kebijakan redenominasi terhadap harga
transaksi dengan menggunakan percobaan ekonomi bahwa kebijakan redenominasi
baik di lakukan pada kondisi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tahapan redenominasi
secara langsung dan dengan menggunakan masa transisi. Selain itu, sifat barang
inelastis setelah adanya kebijakan redenominasi cenderung mengakibatkan harga
transaksi meningkat dan penurunan jumlah transaksi sedangkan sebaliknya untuk
barang elastis setelah redenominasi cenderung mengakibatkan penurunan harga
transaksi dan peningkatan jumlah transaksi.
Kesuksesan suatu negara juga disebabkan oleh negara yang menerapkan
kebijakan redenominasi pada saat pertumbuhan ekonomi tinggi tingkat pengangguran
yang rendah, serta tingkat demokratisasi yang tinggi memiliki peluang keberhasilan
yang semakin tinggi dalam menerapkan kebijakan redenominasi.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
