Estimasi Nilai Kerugian Ekonomi Akibat Aktivitas Cubluk Pembakaran Batu Kapur di Desa Benteng Kabupaten Bogor
Abstract
Besarnya hasil produksi pertambangan bahan galian berupa batu kapur
mendorong kemunculan industri pengolahan batu kapur, salah satunya adalah yang
berlokasi di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Aktivitas industri seperti ini
pasti akan menimbulkan eksternalitas negatif seperti penurunan kualitas lingkungan
yang harus ditanggung masyarakat sekitar kawasan industri tersebut. Tujuan dari
penelitian ini, yaitu: mengestimasi nilai kerugian ekonomi yang ditanggung oleh
masyarakat menggunakan metode cost of illness dan loss of income, mengestimasi
nilai dana kompensasi yang bersedia diterima oleh masyarakat menggunakan
contingent valuation method (CVM), mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi besarnya kesediaan masyarakat dalam menerima dana kompensasi
menggunakan analisis regresi linier berganda dan menyusun strategi kebijakan
pengelolaan cubluk yang berkelanjutan dengan menggunakan metode strengths
weaknesses opportunities dan threats (SWOT). Rata-rata kerugian ekonomi setiap
kepala keluarga (KK) akibat aktivitas cubluk adalah sebesar Rp377,791.67 per KK
per tahun. Nilai dugaan rata-rata willingness to accept (WTA) responden yaitu
sebesar Rp641,250 per KK per tahun. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata pada
besarnya nilai WTA responden adalah usia, jumlah tanggungan keluarga dan total
nilai kerugian ekonomi. Usulan strategi yang sebaiknya dilakukan dalam
pengelolaan cubluk yang berkelanjutan adalah memanfaatkan serbuk bekas gergaji
sebagai bahan bakar pengganti dan melakukan sistem produksi ramah lingkungan
yang sesuai dengan regulasi agar mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
