Pengaruh Cuaca terhadap Daya Tahan Lapisan Finishing Eksterior Berpelarut Air pada Kayu Kamper, Jati, dan Pinus
View/ Open
Date
2017Author
Nadhifah, Septrya Binti
Darmawan, Wayan
Herliyana, Elis Nina
Metadata
Show full item recordAbstract
Penggunaan kayu sebagai bahan kontruksi belum dapat tergantikan oleh bahan
lain. Pengaruh lingkungan, biologis, dan non-biologis dapat menyebabkan kayu
terdegradasi. Finishing merupakan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan
penelitian ini adalah (1) menentukan daya tahan lapisan finishing eksterior berpelarut
air Ultran Aqua Politur (UAP) dan Sayerlack terhadap pengaruh cuaca terbuka pada
kayu kamper, jati, dan pinus berpenampang radial dan tangensial pada kondisi basah
(KA 25-30 %) dan kering (KA 10-15 %) serta (2) isolasi dan identifikasi cendawan
yang tumbuh pada contoh uji. Contoh uji dibuat dengan ukuran 20 cm x 10 cm x 2 cm
yang kemudian diampelas dan dilaburi bahan finishing eksterior berpelarut air UAP
dan Sayerlack. Setelah itu, contoh uji dipaparkan selama 36 bulan di ruang terbuka dan
diamati perubahannya berdasarkan tingkat kerusakan terhadap cacat checking, cacat
cracking, dan cacat serangan mikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan
finishing eksterior dengan pelarut air pada kayu kamper, jati, dan pinus yang
dipaparkan selama 36 bulan menunjukkan penurunan rating yang berarti. Lapisan
finishing UAP memberikan daya tahan yang lebih baik dibandingkan daya tahan
lapisan finishing Sayerlack. Aplikasi finishing UAP pada kayu jati penampang radial
dengan kondisi kering memberikan daya tahan yang paling baik. Cendawan yang
ditumbuh pada contoh uji ada tujuh yaitu Dacriophinac sphatularia, Trichoderma
sp.; Irpex lacteus, Bispora sp.; Mycellia sterilia, Drechslera sp.; dan Pycnoporus
sp..
Collections
- UT - Forestry Products [2466]
