Modal Sosial, Coping Ekonomi, Gejala Stres, dan Kesejahteraan Subjektif Suami pada Keluarga TKW
View/ Open
Date
2017Author
Silitonga, Mirdat
Puspitawati, Herien
Muflikhati, Istiqlaliyah
Metadata
Show full item recordAbstract
Keterbatasan ekonomi keluarga menuntut istri harus bekerja sebagai Tenaga
Kerja Wanita (TKW ) untuk beberapa tahun. Hilangnya peran istri untuk
sementara waktu dalam kehidupan rumah tangga tentu mempengaruhi anggota
keluarga dan kehidupan sosial keluarga. Perginya istri tentu berpengaruh terhadap
psikologis suami dan juga anak. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi
karakteristik suami dan istri, karakteristik keluarga, modal sosial, coping
ekonomi, gejala stres dan kesejahteraan subjektif suami pada keluarga TKW, (2)
Menganalisis hubungan karakteristik suami dan istri, modal sosial dan coping
ekonomi dengan gejala stres dan kesejahteraan subjektif suami pada keluarga
TKW, (3) Menganalisis pengaruh karakteristik suami dan istri, modal sosial dan
coping ekonomi terhadap gejala stres dan kesejahteraan subjektif suami pada
keluarga TKW.
Penelitian dilakukan di Kecamatan Tanggeung dan Kecamatan Kadupandak,
Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Cianjur menduduki peringkat
ke 3 terbesar sebagai penyumbang TKI di Jawa Barat dan ke 6 terbesar dari
seluruh Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai bulan
Desember 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga TKW di
Kabupaten Cianjur. Contoh penelitian ini adalah keluarga utuh TKW dengan istri
bekerja sebagai TKW minimal enam bulan. Responden dalam penelitian ini ada
suami. Penentuan contoh dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria
istri bekerja sebagai TKW. Jumlah contoh sebanyak 75 suami. Jenis data adalah
data primer. Data primer didapatkan melalui penggalian informasi dari responden
dengan cara wawancara langsung menggunakan kuesioner. Data kemudian diolah
dan dianalisis. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif
dan analisis inferensia.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia suami dan istri adalah 41,6
tahun dan 36,6 tahun, dimana setengah dari suami berada pada kategori dewasa
madya, sedangkan sebagian besar (80 persen) istri berada pada kategori dewasa
muda. Pendidikan suami dan istri berada pada kategori sekolah dasar, dimana
rataan pendidikan suami 6,70 tahun dan istri 6,41 tahun. Pekerjaan suami cukup
beragam (petani, buruh harian lepas, wiraswasta, karyawan swasta dan pegawai
negeri sipil), namun sebagian besar bekerja sebagai buruh harian lepas. Lama istri
bekerja sebagai TKW cukup bervariasi, dimana istri paling lama menjadi TKW
adalah 74 bulan dengan rataan 30,5 bulan. Besar keluarga TKW termasuk dalam
keluarga kecil, dengan rataan 4,3 orang per keluarga. Sebagian besar (84 persen)
keluarga TKW berpendapatan diatas UMK Kabupaten Cianjur, apabila
pendapatan suami dan istri digabung.
Modal sosial suami berada pada kategori sedang, dengan rataan 64,42.
Dimensi tertinggi adalah dimensi kepercayaan, dengan rataan 78,44. Sementara
dimensi paling rendah adalah norma sosial dengan rataan 52,97. Coping ekonomi
yang dilakukan suami berada pada kategori sedang, dengan rataan 54,07. Untuk
menghadapi masalah ekonomi, coping yang paling banyak dilakukan suami
adalah mengurangi konsumsi dengan rataan 81,77 dan coping yang paling jarang
suami lakukan adalah menjual aset, dengan rataan hanya 4,20. Gejala stres yang
dialami suami berada pada kategori rendah, dengan rataan 31,91. Dimensi fisik
merupakan dimensi tertinggi, dengan rataan 65,33 dan dimensi tingkah laku
menjadi dimensi terendah, dengan rataan hanya 9,44. Kesejahteraan subjektif
suami berada pada kategori rendah, dengan rataan 31,91. Dimensi kesehatan
merupakan dimensi tertinggi dengan rataan 64,22, sementara kondisi ekonomi
menjadi dimensi terendah, dengan rataan hanya 15,44.
Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa variabel modal sosial
berhubungan positif dengan kesejahteraan subjektif suami, sementara coping
ekonomi dan gejala stres suami berhubungan negatif dengan kesejahteraan
subjektif suami. Hasil uji pengaruh menggunakan Partial Least Square (PLS)
menunjukkan karakteristik suami, modal sosial, berpengaruh positif terhadap
kesejahteraan subjektif suami, sementara coping ekonomi dan gejala stres
berpengaruh negatif terhadap kesejahteraan subjektif suami.
Adapun saran yang diberikan adalah (1) Untuk meningkatkan
kesejahteraan subjektif suami baiknya suami memperkuat modal sosial. Modal
sosial yang semakin baik akan membantu keluarga keluar dari masalah ekonomi.
(2) Sebaiknya coping ekonomi yang dilakukan keluarga TKW adalah
memanfaatkan pekarangan dengan baik, (3) Untuk penelitian selanjutnya
diharapkan penelitian tentang coping psikologis, karena masalah yang dihadapi
suami keluarga TKW lebih kompleks.
Collections
- MT - Human Ecology [2410]
