Serangga yang Berasosiasi dengan Sengon Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes di Bogor
View/ Open
Date
2017Author
Setyawan, Yendra Pratama
Hidayat, Purnama
Triwidodo, Hermanu
Metadata
Show full item recordAbstract
Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes termasuk Famili
Fabaceae yang lebih dikenal dengan nama lokal sengon merupakan salah satu fastgrowing
tree yang banyak dibudidayakan. Sengon berasal dari Pulau Maluku, Pulau
Papua, Pulau Solomon dan Kepulauan Bismarck. Tanaman ini dilaporkan
persebarannya hingga di beberapa pulau kecil di kawasan Samudra Pasifik seperti
di Kepulauan Hawaii. Sengon banyak dibudidayakan masyarakat di kawasan Asia
Tenggara khususnya di Indonesia (Pulau Jawa dan Sumatra), akan tetapi sengon
juga dilaporkan menjadi invasive species di Kepulauan Hawaii yang banyak
menimbulkan kerugian. Salah satu upaya untuk menekan pertumbuhan dan
persebaran sengon dengan menggunakan agen hayati. Berbagai penelitian dasar
untuk mengetahui keanekaragaman serangga pada sengon dilakukan untuk
menyediakan data serangga apa saja yang berasosiasi dengan sengon. Sejauh ini
data serangga pada sengon masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui serangga yang berasosiasi dengan sengon di Bogor serta untuk
mengetahui serangga yang dapat mengakibatkan kerusakan pada sengon.
Penelitian ini terdiri dari survei lapangan dan percobaan kebun. Survei
serangga dilaksanakan di 6 lokasi tanaman sengon di Bogor pada berbagai
ketinggian tempat yang berbeda. Survei dilakukan pada sengon yang berumur 1 –
4 tahun. Setiap lokasi sampel pohon yang digunakan sebanyak 100 pohon sengon.
Pengambilan sampel serangga menggunakan beating sheet dan throw weight.
Percobaan kebun dilaksanakan di lahan tanam Departemen Proteksi Tanaman
(PTN) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berada di Desa Carangpulang, Darmaga,
Bogor dengan menggunakan tanaman yang berumur 4 bulan. Rancangan percobaan
yang digunakan adalah faktorial dalam RAK dengan 2 faktor perlakuan (sumber
benih sengon dan perlakuan insektisida) serta 4 blok yang digunakan sebagai
ulangan. Setiap baris perlakuan terdiri dari 10 tanaman. Perlakuan Imidakloprid 5%
dilakukan 4 minggu sekali sebanyak 7.5 ml per tanaman. Pengamatan serangga
dilakukan 2 minggu sekali saat tanaman berumur 4 sampai 8 bulan (14 – 32 minggu
setelah tanam (MST)). Parameter yang diamati meliputi jenis spesies, kelimpahan
individu, fase serangga serta bagian tanaman yang diserang. Identifikasi serangga
dilakukan di Laboratorium Biosistematika IPB dengan menggunakan kunci
identifikasi dikotomi maupun multi akses. Pembuatan grafik menggunakan
Microsoft Office Exel 2016, analisis statistik menggunakan aplikasi SAS 9.4.
Penyajian data menggunakan aplikasi R-Statistics 3.3.2. dan Past Version 2.17c.
Serangga yang ditemukan berasosiasi dengan sengon di Bogor sebanyak 99
spesies dari 37 famili dan 6 ordo. Serangga yang dominan dan dapat menimbulakn
kerusakan pada sengon di Bogor adalah Eurema blanda (Lepidoptera: Pieridae), E.
hecabe (Lepidoptera: Pieridae), Pteroma plagiophleps (Lepidoptera: Psychidae),
Hyposidra talaca (Lepidoptera: Geometridae), Traminda mundissima
(Lepidoptera: Geometridae), Adoxophyes sp. (Lepidoptera: Tortricidae), Hulodes
caranea (Lepidoptera: Noctuidae) dan Polyura hebe (Lepidoptera: Nymphalidae)
sebagai kelompok pemakan daun. Selanjutnya Xystrocera festiva (Coleoptera:
Cerambycidae) dan Zeuzera coffeae (Lepidoptera: Cossidae) adalah serangga yang
menyebabkan kerusakan pada batang dan ranting. Ketinggian lokasi sengon
berpengaruh terhadap komposisi spesies serangga. Lokasi sengon pada ketinggian
<500 mdpl memiliki keanekaragaman spesies serangga yang lebih tinggi
dibandingkan dengan ketinggian >600 mdpl. Pada persemaian sengon dari Jawa
dan Hawaii yang berada di lahan tanam Desa Carangpulang, Darmaga, Bogor
ditemukan sebanyak 67 spesies serangga dari 30 famili dan 4 ordo. Serangga yang
paling dominan dan menimbulkan kerusakan pada persemaian sengon dari Jawa
dan Hawaii umur 14-32 MST di Bogor adalah larva E. blanda. Persemaian sengon
yang berasal dari Jawa memiliki keanekaragaman jenis dan kelimpahan individu
serangga yang lebih tinggi dibandingkan dengan persemaian sengon yang berasal
dari Hawaii.
Collections
- MT - Agriculture [4005]
