Keanekaragaman, kelimpahan dan peranan musuh alami lalat pengorok daun liriomyza huidobrensis (Blanchard) (Diptera: Agromyzidae) pada tanaman kentang solanum tuberosum L
Date
2004Author
Warsito
Buchori, Damayanti
Triwidodo, Hermanu
Maryana, Nina
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian dilakukan di Kabupaten Banjarnegara, Propinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian adalah mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan musuh alami di lahan dengan berbagai teknik pengendalian dan musim tanam, mengetahui peran musuh alami dalam pengaturan pertumbuhan populasi L. huidobrensis, hubungannya dengan keanekaragaman dan kolonisasi guild pada masing-masing spesies dan mengetahui pengaruh penggunaan insektisida, faktor lingkungan (curah hujan dan hari hujan) dan umur tanaman dalam pengaturan pertumbuhan populasi L. huidobrensis.
Penelitian dilakukan dengan membandingkan dua lahan, yaitu lahan tanpa insektisida dan lahan dengan insektisida. Penelitian dilakukan dari tahun 2000-2002, sebanyak empat musim tanam (MT), yaitu MT I: Kemarau 2000, MT II: Penghujan 2000-2001, MT III: Penghujan 2001-2002 dan MT IV: Kemarau 2002. Data yang diamati adalah populasi imago L. huidobrensis dan predatornya, populasi larva L. huidobrensis dan parasitoidnya dan data lingkungan yaitu jumlah curah hujan dan hari hujan. Data dianalisis dengan metode proporsi kontribusi keanekaragaman, indeks Shannon-Wiener, analisis nilai tengah ANOVA dan analisis lintas (path analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi predator C. humilis, parasitoid dan L. huidobrensis mulai ditemukan pada empat dan lima minggu setelah tanam (MST). Parasitoid yang dominan adalah H. varicornis dan Opius sp. Penggunaan insektisida mempengaruhi keanekaragaman parasitoid, intensitas parasitisasi dan kelimpahan predator. Keanekaragaman spesies di lahan tanpa insektisida cenderung meningkat dari satu musim tanam ke musim selanjutnya, dan pada dua musim tanam terakhir menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman Shannon-Wiener di lahan tanpa insektisida lebih besar dibandingkan di lahan dengan insektisida. Pada MT III dan MT IV, keanekaragaman Shannon-Niewer di lahan tanpa insektisida sebesar 0,82 dan 1,03, sedangkan di lahan dengan insektisida sebesar 0,55 dan 0,82. Enam jenis parasitoid ditemukan di lahan tanpa insektisida yaitu H. varicornis, Opius sp., Gronotoma sp., Neochrysocharis sp., Quadrastichus sp., dan P. katonis. Di lahan dengan insektisida hanya ditemukan 4 jenis parasitoid, yaitu H. varicornis, Opius sp., Gronotoma sp., dan P. katonis. Pada MT I dan III, intensitas parasitisasi dan kelimpahan predator di lahan tanpa insektisida lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan di lahan dengan insektisida, sedangkan pada MT II dan IV tidak menunjukkan perbedaan nyata. ...
Collections
- MF - Agriculture [4156]


