View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Respon Pertumbuhan dan Fisiologi Empat Varietas Padi terhadap Cekaman Kekeringan.

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (9.648Mb)
      Date
      2017
      Author
      Putri, Rury Eryna
      Miftahudin
      Chikmawati, Tatik
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      CHIKMAWATI. Respon fisiologi yang dikembangkan oleh tanaman padi terhadap cekaman kekeringan bervariasi bergantung genotipenya. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon pertumbuhan dan fisiologi empat varietas padi (IR64, Hawara Bunar, Situbagendit, dan Inpago 10) terhadap cekaman kekeringan. Kecambah padi berumur dua hari ditumbuhkan pada media larutan hara Yoshida dengan dan tanpa penambahan Polyethilene glycol-6000 (PEG-6000) 10% sebagai stimulan cekaman kekeringan selama 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tajuk, panjang akar primer, dan bobot kering biomassa berbeda nyata antar varietas dan antara perlakuan PEG-6000 10% dan kontrol. Perlakuan cekaman menghambat pertumbuhan tajuk pada var. Hawara Bunar, namun meningkatkan pertumbuhan tajuk pada var. Inpago 10. Padi var. Situbagendit memiliki akar primer yang lebih panjang dibanding ketiga varietas lainnya. Perlakuan PEG-6000 10% menurunkan bobot kering biomassa baik akar maupun tajuk secara nyata pada semua varietas. Respon fisiologis berupa kadar air relatif (KAR), kandungan prolin, kandungan malondialdehid (MDA), dan kandungan klorofil total daun pada var. Hawara Bunar diketahui berbanding terbalik dengan var. IR64. Nilai KAR dan kandungan klorofil total var. Hawara Bunar bernilai rendah sejak awal perlakuan, tetapi cenderung stabil hingga 9 hari setelah perlakuan (HSP). Selain itu, kandungan prolin Hawara Bunar tergolong rendah sejalan dengan kandungan MDA yang rendah. Sebaliknya pada var. IR64 mengalami penurunan nilai KAR dan kandungan klorofil total lebih besar, serta peningkatan kandungan prolin dan MDA yang paling tinggi dibandingkan tiga varietas lainnya. Berdasarkan respon pertumbuhan dan fisiologi yang diamati maka var. Hawara Bunar tergolong toleran, Inpago 10 dan Situbagendit tergolong moderat, serta var. IR64 tergolong sensitif terhadap cekaman kekeringan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90141
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository