View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Potensi Limbah Cair Industri Tapioka sebagai Media Pertumbuhan Starter Bakteri Asam Laktat Pediococcus pentosaceus E.1222

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (10.38Mb)
      Date
      2017
      Author
      Wulan, Rahayu
      Meryandini, Anja
      Sunarti, Titi Candra
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Fermentasi bakteri asam laktat (BAL) dapat memperbaiki mutu dan daya simpan bahan pangan. Salah satu BAL yang potensial dalam memfermentasi bahan pangan adalah Pediococcus pentosaceus. Penggunaan media spesifik komersial de Man Rogosa and Sharpe (MRS) untuk pertumbuhan starter BAL dalam skala industri tidaklah efisien. Oleh karena itu, perlu dikembangkan substrat yang efisien sebagai media pertumbuhan starter. Limbah cair tapioka (LCT) masih mengandung sejumlah nutrisi yang diperlukan bagi pertumbuhan P. pentosaceus, namun sebagai penunjang pertumbuhan perlu penambahan sumber karbon (glukosa 5%) dan sumber nitrogen (amonium sulfat). Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah cair industri tapioka yang diperkaya dengan penambahan glukosa dan amonium sulfat sebagai media alternatif starter bakteri asam laktat P. pentosaceus E.1222. Hasil penelitian menunjukkan bahwa glukosa 5% dan amonium sulfat tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri. Efisiensi substrat yang tertinggi berturut-turut adalah LCT (86,81%), MRS broth (53,73%), dan LCT dengan suplementasi glukosa 5% dan amonium sulfat 1% (43,53%). Hasil pengamatan kurva pertumbuhan bakteri menunjukkan bakteri pada media LCT dengan suplementasi glukosa 5% dan amonium sulfat 1% memiliki laju pertumbuhan maksimum (μmaks) yang lebih tinggi (0,52 jam-1) dibandingkan dengan LCT (0,45 jam-1). Peningkatan skala produksi starter dengan media LCT dengan suplementasi glukosa 5% dan amonium sulfat 1% menunjukkan adanya sedikit penurunan jumlah logaritmik bakteri yaitu dari 8,836 (50 mL), 8,401 (500 mL), menjadi 8,063 (1000 mL).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/89664
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository