Morfopatologi Ginjal Tikus Sprague Dawley: Ovariektomi dan Efek Pemberian Tepung Teripang (Holothuria scabra).
View/ Open
Date
2017Author
Meyki, Gregorius
Harlina, Eva
Nisa', Chairun
Metadata
Show full item recordAbstract
Penggunaan bahan alami untuk mengatasi kekurangan hormon estrogen terus
dikembangkan, diantaranya yang berasal dari biota laut, salah satunya teripang pasir (Holothuria
scabra). Pengaruh teripang pasir terhadap ginjal belum diketahui, sehingga dilakukan pemberian
tepung teripang pada tikus yang di ovariektomi sebagai hewan model kondisi premenopause.
Sebanyak 16 ekor tikus Sprague Dawley betina dikelompokkan menjadi enam kelompok yaitu
satu ekor kelompok normal (N, non-ovariektomi), 3 ekor kelompok kontrol negatif (KN,
ovariektomi, diberi hanya minyak jagung 2 ml), 3 ekor kelompok kontrol positif (KP,
ovariektomi, diberi minyak jagung dan ethynil estradiol 30μg/100gBB), serta masing-masing 3
ekor untuk kelompok perlakuan teripang dosis 1, 2, dan 3 (D1, D2 dan D3, ovariektomi, diberi
minyak jagung dan tepung teripang dengan dosis berturut-turut 30μg, 40μg, dan 50μg/100gBB).
Pemberian tepung teripang dan ethynil estradiol dilakukan selama 20 hari dengan cara dicekok
menggunakan sonde lambung. Pada hari ke-21 tikus dieuthanasia, dan organ ginjal disampling
kemudian diproses menjadi sediaan histopatologi dan diwarnai dengan pewarnaan Hematoxylin-
Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan semua tubulus ginjal tikus mengalami degenerasi
hidropis, tubulus nekrosis dan adanya endapan protein (protein cast). Rataan degenerasi hidropis
tidak berbeda nyata (p>0,05) antar kelompok, dan cenderung menurun pada kelompok yang
diberi perlakuan teripang. Rataan tubulus nekrosis paling tinggi dan berbeda nyata (p>0,05)
ditemukan pada kelompok KN, dan pemberian tepung teripang cenderung menurunkan rataan
tubulus nekrosis. Hal ini diduga akibat hormon steroid yang terkandung dalam teripang pasir
(Holothuria scabra) berperan dalam mencegah terjadinya nekrosis tubulus ginjal.
