Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Koro Pedang (Canavalia ensiformis) pada Kondisi Ternaungi dan Kombinasi Pemupukan Berbeda.
View/ Open
Date
2017Author
Saragih, Mutthiah Putri
Suharsi, Tatiek Kartika
Qadir, Abdul
Metadata
Show full item recordAbstract
Kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap kedelai, sedangkan
produktivitas kedelai di Indonesia yang rendah, mengharuskan Indonesia
mengimpor kedelai dalam jumlah besar. Beberapa komoditi yang berpotensi
menjadi pendamping kedelai, diantaranya koro pedang. Kandungan protein yang
tinggi dan kemampuan tumbuh pada kondisi ternaungi menjadi segi positif dari
koro pedang. Penelitian tentang tingkat naungan yang dapat ditolerir tanaman
koro pedang didukung kombinasi pempukan yang baik, perlu dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik pertumbuhan dan
pembungaan tanaman koro pedang pada kondisi ternaungai dan mendapatkan
informasi mengenai pemupukan terbaik. Penelitian dilaksanakan di Desa
Purwasari, Dramaga, Bogor pada bulan Mei hingga November 2016. Penelitian
ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan tiga ulangan. Naungan sebagai
petak utama yang terdiri dari tanpa naungan, naungan 10% dan naungan 20%.
Kombinasi pemupukan sebagai anak petak terdiri dari urea 50 kg ha-1+SP-36 100
kg ha-1+KCl 75 kg ha-1, pupuk kandang ayam dan urea 25 kg ha-1+SP-36 50 kg
ha-1 +KCl 37,5 kg ha-1+ pupuk kandang ayam. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa naungan 10% berpengaruh secara nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah
daun trifoliate, jumlah cabang, dan jumlah infloresen per tanaman. Muncul bunga
9 MST, sedangkan waktu panen mulai 63 HSB. Interaksi naungan 10% dan
pemupukan 25 kg ha-1 urea + 50 kg ha-1 SP-36 + 37,5 kg ha-1 KCl + pupuk
organik terhadap jumlah kuncup bunga per infloresen. Pemupukan terbaik untuk
tanaman koro pedang adalah 25 kg ha-1 urea + 50 kg ha-1 SP-36 + 37,5 kg ha-1
KCl + pupuk organik.
