Penetapan Indeks Asuransi Iklim untuk Sistem Usahatani Padi Sawah Beririgasi di Kabupaten Karawang
Abstract
Kegagalan panen akibat kejadian iklim ekstrim sering melanda petani
tanaman pangan. Petani harus mengeluarkan uang yang besar untuk mengurangi
dampak tersebut. Sistem asuransi indeks iklim perlu dikembangkan agar risiko
dampak iklim terhadap tanaman padi dapat diminimalisir. Penentuan indeks iklim
diperlukan untuk mengetahui apakah klaim dapat dilakukan oleh petani. Indeks
iklim terdiri dari nilai pemicu (trigger) dan nilai exit. Nilai trigger adalah nilai
pemicu dimana petani dapat mengajukan klaim asuransi dan pembayaran akan
dilakukan jika nilai total curah hujan kurang dari trigger sedangkan nilai exit
petani akan mendapatkan pembayaran penuh jika curah hujan kurang dari sama
dengan exit. Petani akan mendapatkan pembayaran secara parsial jika curah hujan
berada diantara exit dan trigger. Dalam penelitian ini, nilai exit dan trigger
ditentukan dengan pendekatan hubungan luas kehilangan (luas terkena dan puso)
historis padi akibat kekeringan. Selanjutnya dihubungkan dengan jumlah hujan
yang ada pada tahun kehilangan terbesar. Indeks iklim yang diperoleh dari hasil
perhitungan data curah hujan di pos hujan Tegalwaru menunjukan bahwa curah
hujan sebesar 85 mm adalah sebagi pemicu (trigger) dan nilai tahun terburuk
(exit) sebesar 39 mm. Untuk wilayah pos hujan Pedes diperoleh nilai pemicu
(trigger) terjadinya pembayaran sebesar 73 mm dan nilai tahun terburuk (exit)
sebesar 26 mm. untuk wilayah pos hujan Pangkalan diperoleh nilai pemicu
(trigger) terjadinya pembayaran sebesar 89 mm dan nilai tahun terburuk (exit)
sebesar 39 mm.
