Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Olahan Indonesia ke Negara Tujuan Ekspor.
Abstract
Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar di dunia, namun potensi
tersebut belum dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia. Salah satu produk
kelapa yang potensial untuk ditingkatkan daya saingnya yaitu komoditas minyak
kelapa olahan, meskipun nilai ekspornya masih rendah dibandingkan Filipina.
Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis daya saing minyak
kelapa olahan Indonesia ke negara utama tujuan ekspor menggunakan metode
RCA, dan EPD, serta menganalisis faktor apa saja yang memengaruhi daya
saingnya. Analisis RCA menunjukkan Indonesia memiliki keunggulan komparatif
diatas rata-rata dunia meskipun jika dibandingkan dengan Filipina sebagai pesaing
utama masih jauh tertinggal, namun Indonesia memiliki pasar ekspor yang
berbeda dengan Filipina. Hasil EPD menunjukkan posisi pasar minyak kelapa
olahan Indonesia ke dunia berada pada posisi falling star, dimana posisi ini lebih
baik jika dibandingkan Filipina yang berada pada posisi lost opportunity.
Sedangkan posisi pasar ke negara tujuan utama berada pada posisi rising star,
falling star, dan retreat. Hasil analisis faktor-faktor yang memengaruhi daya saing
menunjukkan bahwa variabel yang memengaruhi daya saing ekspor komoditas
minyak kelapa olahan Indonesia yaitu GDP per kapita Indonesia, harga ekspor
Indonesia, produktivitas industri kelapa olahan, dan volume ekspor minyak kelapa
olahan Indonesia. Variabel hambatan non-tarif berupa kebijakan Sanitary and
Phitosanitary (SPS) dan Technical barriers to Trade (TBT) tidak berpengaruh
terhadap daya saing minyak kelapa olahan Indonesia.
