View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Dampak Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Terhadap Adopsi Teknologi dan Pendapatan Petani Padi di Kabupaten Kupang Provinsi NTT

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (27.48Mb)
      Date
      2017
      Author
      Joka, Umbu
      Anggraeni, Lukytawati
      Fariyanti, Anna
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) adalah program terobosan dari Kementerian Pertanian untuk penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah pusat dan daerah serta subsektor. Pelaksanaan program PUAP dengan menyalurkan dana BLM sebesar Rp. 100 juta kepada setiap Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di 10.000 desa per tahun. Hingga setiap tahunnya Gapoktan yang menerima dana BLM pasti berbeda. Dana tersebut dimaksudkan sebagai fasilitasi bantuan modal usaha untuk penguatan modal pada usaha budidaya (tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan) dan usaha non budidaya (industri rumahtangga, pedagang kecil dan aktivitas lain berbasis pertanian). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk, (1) menganalisis dampak program PUAP terhadap tingkat adopsi teknologi dan (2) menganalisis pendapatan petani padi penerima bantuan langsung masyarakat (BLM) PUAP di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penentuan sample dalam penelitian dilakukan secara purposive , dengan pertimbangan bahwa berdasarkan data sekunder yang diperoleh, diambil sebanyak 97 petani dari masing-masing Gapoktan, terdiri dari 62 orang petani penerima dana PUAP dan 35 orang petani yang tidak menerima dana PUAP. Metode yang digunakan untuk menganalisis dampak program PUAP terhadap adopsi teknologi petani padi sawah ialah metode scoring komponen Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan regresi logistik dengan menggunakan data hasil scoring dari faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi adopsi teknologi petani padi sawah sedangkan untuk menganalisis dampak program PUAP terhadap pendapatan petani padi sawah menggunakan analisis usahatani dan model regresi linear dengan metode Ordinary least square (OLS). Tingkat penerapan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) secara keseluruhan mencapai 54,6 persen dari total sampel, petani penerima PUAP yang menerapkan teknologi PTT pada level tinggi mencapai 64,51 persen lebih tinggi dibandingkan dengan 37,14 persen petani non-PUAP. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar komponen teknologi PTT padi anjuran belum dilaksanakan secara optimal. Dari hasil analisis usahatani diperoleh nilai R/C ratio atas biaya total petani penerima dana PUAP lebih tinggi yaitu 2,08 dibandingkan dengan petani yang tidak menerima dana PUAP yang bernilai 1,75. Hal ini berarti bagi petani penerima dana PUAP dan petani non-PUAP usahatani mereka sama-sama menguntungkan karena setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan lebih besar dari satu rupiah. Tapi keuntungan lebih besar diperoleh oleh petani penerima dana bantuan PUAP, hal ini disebabkan oleh penggunakan input yang sesuai dan pengeluaran biaya yang lebih efisien. Program PUAP tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi teknologi petani penerima, tingkat adopsi teknologi secara signifikan dipengaruhi oleh dummy penguasaan lahan, luas lahan, dummy partisipasi di luar usahatani padi dan vi dummy intensitas tanam. Program PUAP berdampak nyata pada pendapatan petani padi, hasil uji beda dan analisis usahatani, serta model regresi linear berganda menunjukkan program PUAP berdampak positif pada pendapatan petani penerima. Dana PUAP tidak berdampak pada tingkat adopsi teknologi petani padi sawah, diduga disebabkan oleh terjadinya credit rationing (penjatahan kredit). Meskipun keputusan penjatahan tersebut diambil berdasarkan rapat anggota Gapoktan tapi dengan nilai yang kecil akan sulit menemukan dampak nyata dari dana PUAP. Diharapkan kedepannya proses penyaluran dana kredit harus sesuai dengan skema dan petunjuk teknis yang ditetapkan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87908
      Collections
      • MT - Economic and Management [3203]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository