View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Keterkaitan Karakteristik Lingkungan Sekolah dengan Konsumsi Pangan dan Aktivitas Fisik pada Anak Sekolah yang Obes

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (33.49Mb)
      Date
      2017
      Author
      Purwandani, Lutfi Febri
      Madanijah, Siti
      Dwiriani, Cesilia Meti
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan peningkatan prevalensi kegemukan (overweight dan obes) dari 9.2% tahun 2010 (Kemenkes 2010) menjadi 18.8% tahun 2013 (Kemenkes 2013). Khusus di Provinsi Jawa Barat prevalensi kegemukan pada anak-anak mengalami penurunan dari 12% tahun 2007 menjadi 8.5% tahun 2010, tetapi kemudian mengalami peningkatan yang cukup tinggi menjadi 18.6% tahun 2013. Di Kota Bogor, berdasarkan Riskesdas tahun 2007 (Depkes 2008) prevalensi kegemukan anak 6-14 tahun sebesar 15.4% pada anak laki-laki dan 8.6% pada anak perempuan. Penelitian Madanijah et al. (2013) menunjukkan prevalensi kegemukan di Kota Bogor pada anak 9-13 tahun sebesar 18.8%. Faktor-faktor yang sebagian besar menyebabkan obesitas di kalangan anakanak adalah asupan, sedentary life style, dan lingkungan (Han et al. 2010). Pada dekade belakangan ini lingkungan anak-anak berubah drastis yang tercermin pada pola makan tidak sehat dan pola hidup sedentary (Linardakis et al. 2008). Salah satu lingkungan yang berpengaruh terhadap kejadian kegemukan anak-anak adalah lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah berhubungan dengan tingginya nilai Body Mass Index (BMI) (Fox et al. 2009), konsumsi pangan anak (Yvonne 2009), dan berpengaruh kuat pada aktivitas fisik anak (Ishii et al. 2014). Tujuan umum penelitian adalah menganalisis keterkaitan karakteristik lingkungan sekolah dengan konsumsi pangan dan aktivitas fisik pada anak sekolah yang obes. Tujuan khususnya adalah: (1) Mengidentifikasi karakteristik individu, keluarga, dan lingkungan sekolah anak obes; (2) Menganalisis konsumsi pangan dan aktivitas fisik anak obes; (3) Menganalisis hubungan karakteristik lingkungan sekolah dengan konsumsi pangan dan aktivitas fisik anak obes; (4) Menganalisis faktor-faktor yang paling dominan berhubungan dengan konsumsi pangan dan aktivitas fisik anak obes. Penelitian menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan September 2014 sampai Februari 2015 di SDIT Kota Bogor. Subjek adalah murid kelas V dan VI dari 3 SDIT di Kota Bogor. Pemilihan subjek secara purposive berdasarkan persetujuan orang tua dan memenuhi kriteria inklusi yaitu: 1) bersedia menjadi subjek berdasarkan persetujuan orang tua, 2) berstatus gizi obes (nilai Z-score>+2.0), dan 3) kuesioner terisi lengkap. Jumlah subjek sebanyak 66 anak obes. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran dan pengamatan secara langsung. Data diolah melalui beberapa tahapan yaitu coding, entry, cleaning, dan analisis data. Analisis yang dilakukan adalah univariat, bivariat, dan multivariat. Secara keseluruhan karakteristik subjek di 3 SDIT tidak berbeda signifikan, kecuali berat badan lahir dan uang jajan (p<0.05). Di SDIT 2 lebih banyak siswa dengan berat badan lahir kurang dan uang jajan dalam jumlah besar daripada siswa SDIT 1 dan SDIT 3. Karakteristik keluarga subjek yang berbeda signifikan adalah perhatian ayah, dimana siswa SDIT 3 memiliki ayah dengan curahan waktu pada kategori rendah paling besar. Karakteristik lingkungan sekolah terkait penyediaan pangan yang berbeda signifikan (p<0.05) berdasarkan lingkungan fisik, ekonomi, dan kebijakan sekolah. Sebagian besar siswa (>50%) berada di lingkungan sekolah kategori kurang baik yang terlihat dari berbagai aspek di lingkungan fisik, ekonomi, maupun kebijakan sekolah yang tidak mendukung penyediaan pangan sehat. Karakteristik lingkungan sekolah terkait aktivitas fisik berbeda signifikan (p<0.05) di 3 SDIT berdasarkan lingkungan fisik, ekonomi, dan kebijakan sekolah. Lingkungan fisik dan ekonomi sekolah dari 3 SDIT mendukung peningkatan aktivitas fisik siswa, namun tidak halnya dengan kebijakan sekolah. Tingkat kecukupan energi dan zat gizi subjek di 3 SDIT tidak berbeda signifikan (p>0.05). Banyak subjek dengan tingkat kecukupan energi pada kategori lebih (47%), tingkat kecukupan protein defisit (68%), dan kurang serat (83%). Namun, terdapat perbedaan sigifikan frekuensi konsumsi pangan subjek meliputi frekuensi konsumsi buah, fast food, dan soft drink. Demikian halnya dengan tingkat aktivitas fisik subjek di 3 SDIT berbeda signifikan dan sebagian besar subjek (56%) berada di kategori tingkat aktivitas fisik ringan. Lingkungan fisik sekolah signifikan (p<0.05) berpeluang menurunkan frekuensi konsumsi buah subjek. Hal ini karena lingkungan fisik (seperti kantin sekolah) belum menyediakan buah dan makanan tinggi serat lainnya dalam pilihan makanan siswa saat di sekolah. Lingkungan ekonomi sekolah signifikan berpeluang menurunkan frekuensi konsumsi buah, meningkatkan frekuensi konsumsi fast food dan soft drink subjek. Kondisi ini karena 3 SDIT fokus utamanya belum pada penyediaan pangan sehat sehingga siswa mudah mengakses makanan dan minuman tinggi energi serta rendah serat saat di sekolah. Kebijakan sekolah signifikan berpeluang meningkatkan aktivitas fisik subjek. Hasil uji regresi liniear berganda menunjukkan tingkat kecukupan protein secara signifikan (p<0.05) dominan berhubungan dengan uang jajan, pengetahuan gizi, dan status kesehatan. Tingkat kecukupan vitamin C secara signifikan dominan berhubungan dengan pengetahuan gizi, status kesehatan, dan pendidikan ayah. Frekuensi konsumsi soft drink secara signifikan dominan berhubungan dengan karakteristik lingkungan ekonomi terkait penyediaan pangan dan frekuensi konsumsi buah secara signifikan dominan berhubungan dengan pengetahuan gizi guru, sedangkan frekuensi jajan dominan berhubungan dengan besar keluarga. Aktivitas fisik subjek secara signifikan dominan berhubungan dengan kebiasaan menonton televisi atau bermain video games, perhatian ibu, lingkungan fisik dan kebijakan di sekolah. Konsumsi pangan anak obes dominan berhubungan dengan uang jajan, pengetahuan gizi, status kesehatan, pendidikan ayah, besar keluarga, dan pengetahuan gizi guru. Aktivitas fisik anak obes dominan berhubungan dengan kebiasaan menonton televisi atau bermain video games, perhatian ibu, lingkungan fisik dan kebijakan di sekolah. Lingkungan sekolah perlu menyediakan fasilitas, program, maupun kebijakan yang mendukung penyediaan pangan sehat maupun peningkatan aktivitas fisik siswa. Misalnya dengan menyediakan buah segar sebagai pilihan jajanan di kantin sekolah dan adanya berbagai pilihan permainan yang meningkatkan aktivitas fisik ketika istirahat.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87778
      Collections
      • MT - Human Ecology [2410]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository