View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Kalium dan Abu Sekam terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Kedelai dan Jagung dengan Pola Tumpangsari pada Budidaya Jenuh Air di Lahan Pasang Surut

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (14.19Mb)
      Date
      2017
      Author
      Agustian, Regi
      Ghulamahdi Munif
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Budidaya jenuh air (BJA) adalah penanaman dengan memberikan irigasi terus menerus dan membuat kedalaman muka air tetap di bawah permukaan tanah, sehingga lapisan di bawah perakaran jenuh air. Teknologi ini mampu mencegah pirit teroksidasi dan telah terbukti meningkatkan produktivitas kedelai di lahan pasang surut. Tumpangsari jagung dan kedelai pada BJA meningkatkan efisiensi input produksi dan meningkatkan pendapatan petani. Percobaan di laksanakan di Desa Mulyasari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (3,35 meter diatas permukaan laut, 2°38'42,35" Lintang Selatan, dan 104°45'5,92" Bujur Timur), dari bulan Mei sampai September 2016. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan dua faktor yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah pupuk kalium yang terdiri atas: 0, 30, 60, dan 90 kg K2O ha-1. Faktor kedua adalah abu sekam yang terdiri atas: tanpa abu sekam dan 1 ton abu sekam ha-1. Perhitungan nisbah kesetaraan lahan (NKL) dibuat dengan membandingkan tumpangsari terhadap monokultur dari kedelai dan jagung dengan perlakuan kalium 0, 30, 60, dan 90 kg K2O ha-1 pada tanpa abu sekam dan diberi abu sekam. Hasil menunjukkan bahwa produktivitas tertinggi dari jagung dan kedelai diperoleh pada 90 kg K2O ha-1 dengan pemberian abu sekam. Pada kombinasi pupuk ini pada tumpangsari, produktivitas jagung tercapai 7,24 ton ha-1 dan kedelai 1,85 ton ha-1, tetapi pada monokultur produktivitas jagung tercapai 8,53 ton ha-1 dan kedelai 3,9 ton ha-1. Nisbah kesetaraan lahan pada tumpangsari diperoleh >1, dengan kisaran NKL1,37-1,49 yang berarti sistem tumpangsari meningkatkan efisiensi lahan
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87353
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository