Respon Fisiologis Dan Penampilan Produksi Sapi Perah Friesian Holstein Pada Dua Lokasi Peternakan Berbeda
Abstract
Suhu dan kelembaban di lokasi peternakan mempengaruhi respon fisiologis dan penampilan produksi sapi perah FH. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon fisiologis dan penampilan produksi sapi perah FH di dua lokasi peternakan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan 10 ekor sapi perah Peranakan FH yang terdiri dari 5 ekor di Mahesa Perkasa Farm (MPF) Sawangan, Depok dan 5 ekor di Waluya Wijaya Farm (WWF), Sentul, Bogor. Sapi yang digunakan adalah sapi laktasi bulan ke-4 dan periode 3. Data suhu, kelembaban, THI, respon fisiologis, dan dianalisa dengan uji t. Rata-rata dari frekuensi respirasi, denyut jantung dan suhu rektal di MP Farm adalah 66.00±3.00 kali menit-1, 80.00±2.00 kali menit-1, dan 39.02±0.20 oC. Rata-rata frekuensi respirasi, denyut jantung dan suhu rektal di WWF adalah 62.49±3.92 kali menit-1, 75±2.91 kali menit-1, dan 38.69±0.19 oC. Rata-rata THI di MP Farm 80.33±0.88 dan WWF 79.79±0.93. Rata-rata produksi susu di MP Farm adalah 14.81±1.07 L hari-1 dan 13.77±1.18 L hari-1 di WWF. Produksi susu tidak hanya dipengaruhi suhu dan kelembaban tetapi juga dari Pakan, bobot badan, kondisi lingkungan sekitar kandang dan prosedur pemerahan susu.
