Pengukuran Konduktivitas Hidrolik Gambut Dengan Menggunakan Metode Slug Test (Studi Kasus: Katingan, Kalimantan Tengah).
Abstract
Gambut di Indonesia memiliki luas sekitar 20.6 juta ha atau 10.8 % dari
luas daratan Indonesia. Sifat hidrolika gambut memiliki perbedaan dengan tanah
mineral. Hidrolika gambut merupakan aspek penting dalam model hidrologi. Pada
penelitian ini pengukuran nilai konduktivitas hidrolik (K) dilakukan dengan metode
slug test di hutan gambut Katingan. Nilai K yang didapatkan pada 5 sumur uji
berturut-turut sebesar 6.12 x 10-7 ms-1, 2.30 x 10-7 ms-1, 1.34 x 10-6 ms-1, 4.22 x10-7
ms-1, dan 8.55 x 10-7 ms-1, dengan rata-rata sebesar 6.92 x 10-7 ± 1.92 x 10-7 ms-1.
Nilai K akan berkurang seiring dengan bertambahnya kedalaman gambut. Nilai K
dengan vegetasi berupa pohon-pohon lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai
K pada vegetasi berupa semak-semak. Nilai K yang didapat umumnya lebih
rendah jika dibandingkan dengan nilai K pada gambut subtropis. Nilai K
berbanding terbalik dengan bulk density.
