Perbandingan Autoregressive Integrated Moving Average dan Vector Error Correction Model dalam Peramalan Data Index Harga Saham Gabungan
View/ Open
Date
2016Author
Sanjaya, Gede Agus Eka
Saefuddin, Asep
Rizki, Akbar
Metadata
Show full item recordAbstract
Index Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah index dari seluruh saham
yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Index ini merupakan indikator
utama untuk melihat kondisi pasar modal Indonesia. Investor yang ingin
berinvestasi di pasar modal biasanya membuat strategi investasi dengan
menganalisis kondisi IHSG. Permalan diperlukan sehingga investor dapat melihat
kondisi IHSG dan membuat keputusan dalam berinvestasi. Vector Error
Correction Model (VECM) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan
untuk pemodelan dan peramalan. Penelitian ini menggunakan data deret waktu
bulanan dari Januari 2009 sampai Februari 2015. Estimasi VECM menghasilkan
model dengan 1 lag dan memiliki 1 persamaan kointegrasi. Tidak ada variabel
yang mempengaruhi IHSG pada jangka pendek (p-value>0.05). Sedangkan dalam
jangka panjang semua variabel mempengaruhi IHSG. Dibandingkan dengan
ARIMA, VECM menghasilkan hasil peramalan yang baik dan memiliki galat
yang lebih kecil. Hal ini mengindikasikan VECM lebih baik dari ARIMA dalam
memodelkan data IHSG.
