View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Ekstrak Kaya Saponin Dari Daun Pepaya (Carica Papaya L) Terhadap Membran Staphylococcus Aureus Dan Aspergillus Niger

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (15.04Mb)
      Date
      2017
      Author
      Fithriyani, Dina
      Kusumaningrum, Harsi Dewantari
      Faridah, Didah Nur
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Masalah keamanan pangan tidak lepas dari adanya mikroba patogen yang dapat menyebabkan pada masalah kesehatan dan kerusakan pada pangan. Staphlococcus aureus dan Aspergillus niger merupakan bakteri patogen dan kapang perusak pangan yang mudah tumbuh di daerah Indonesia, sehingga pertumbuhannya harus dikontrol. Salah satu upaya untuk mengkontrol pertumbuhan mikroba tersebut yakni dengan penggunaan senyawa antimikroba alami seperti saponin. Senyawa saponin diketahui memiliki aktifitas antimikroba, dan jumlahnya cukup melimpah pada daun pepaya yang banyak tersebar di wilayah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi saponin yang menghasilkan rendemen tinggi dari daun pepaya dengan membandingkan rendemen dari daun pepaya (tua, muda) dan pelarut (etanol, metanol) yang digunakan, serta untuk mengetahui aktivitas antimikroba saponin dari daun pepaya (Carica papaya L) pada S. aureus dan spora A. niger dengan melihat pengaruh saponin pada membran sel bakteri dan spora. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa ekstraksi menggunakan pelarut etanol menghasilkan rendemen yang lebih tinggi (5,7%) dibandingkan dengan metanol (3,2%), sedangkan rendemen ekstrak kaya saponin pada daun pepaya muda dan tua tidak berbeda nyata. Ekstrak kaya saponin yang diperoleh dengan pelarut etanol, pada konsentrasi 20 mg/mL dan 50 mg/mL mampu menghambat pertumbuhan S. aureus dan spora A. niger. Setelah dipaparkan dengan ekstrak kaya saponin selama 6 jam, absorbansi dari supernatan meningkat, hal tersebut mengindikasikan keluarnya cairan sitoplasma dari dalam sel. Selain itu, jumlah sel atau spora yang berfluoresense merah meningkat, mengindikasikan bahwa membran mengalami kebocoran. Ekstrak kaya saponin dari daun pepaya mampu menghambat pertumbuhan S. aureus dan menghambat germinasi spora A. niger dengan kebocoran membran.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85401
      Collections
      • MT - Agriculture Technology [2430]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository