Peranan Modal Sosial Terhadap Kondisi kerja dan Pendapatan Pekerja Migran Muda Sektor Informal (Studi Kasus Pekerja Migran Desa-Kota Supir Angkot di Bogor).
View/ Open
Date
2017Author
Setiadputra, Muhamad Haris Zamaludin
Wahyuni, Ekawati Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Sektor pertanian sebagai sektor dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi di desa
saat ini tidak lagi dipandang sebagai pilihan pekerjaan bagi pemuda pedesaan.
Perubahan aspirasi orangtua dan persepsi pemuda pedesaan terhadap sektor
pertanian mendorong mereka untuk melakukan migrasi dan mencari pekerjaan di
daerah perkotaan. Sektor informal merupakan pekerjaan yang umumnya dimasuki
oleh pemuda perdesaan karena dapat memanfaatkan modal sosial untuk
memperoleh jaminan akses, modal, dan keterampilan untuk masuk ke dalam bidang
pekerjaan tersebut. Salah satu bidang dalam sektor informal tersebut adalah bidang
transportasi dalam kota dan antar kota yang dikenal sebagai “angkot”. Angkutan
Kota “Angkot” memiliki flexibilitas jam kerja, modal yang tidak besar untuk
bekerja di dalamnya, dan di organisir oleh asosiasi yang tidak terkena regulasi
langsung dari pemerintah. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal sosial
berperan dalam menentukan kondisi kerja supir angkot yang terdiri dari status supir,
biaya operasional, dan durasi bekerja. Pada peneltian ditemukan juga komponen
variabel kondisi kerja berperan dalam menentukan tingkat pendapatan bersih dan
pendapatan tambahan supir angkot.
