Sintesis dan Pencirian Resin Lignin Resorsinol Formaldehida Untuk Perekat Kayu Lamina

Date
2003Author
Santoso, Adi
Ruhendi, Surdiding
Achmadi, Suminar S.
Hadi, Yusuf Sudo
Metadata
Show full item recordAbstract
Lindi hitam yang dihasilkan oleh pabrik pulp di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 2,3 juta ton/tahun. Larutan ini sudah sejak lama diupayakan pemanfaatannya sebagai bahan perekat untuk keperluan industri kayu, terutama untuk jenis perekat kempa dingin (coldsetting). Namun demikian, sampai saat ini belum diperoleh formulasi perekat yang sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya dalam hal pot life-nya yang singkat. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa modifikasi pada komposisi bahan perekat, dengan tujuan memperoleh formula yang bersifat lebih aplikatif.
Lindi hitam diisolasi dengan menggunakan metode pengendapan berulang (represipitasi) untuk memperoleh isolat lignin, lalu ditetapkan cirinya. Hasil pencirian dibandingkan dengan lignin impor (Indulin-AT) yang dikategorikan sebagai lignin standar. Selanjutnya pada isolat lignin ditambahkan resorsinol dan formaldehida dengan lima kombinasi nisbah mol resorsinol, yaitu 0,3; 0,5; 0,7; 0,9, dan 1,1, sementara lignin dan formaldehida tetap, masing-masing 1 dan 2 mol.
Collections
- DF - Forestry [373]

