Potensi Permudaan Alam Semai pada Hutan yang Dikelola dengan Sistem Silvikultur TPTJ di Kalimantan Tengah
View/ Open
Date
2016Author
Assifa, Ahmad Iyyannanda Fatir
Pamoengkas, Prijanto
Metadata
Show full item recordAbstract
Kegiatan pengelolaan hutan dengan sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam
Jalur (TPTJ) berpotensi menimbulkan gangguan hutan, terutama akibat proses
pembuatan jalur tanam. Hutan alam akan merespon gangguan dengan cara
memulihkan vegetasi di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah mengukur potensi
permudaan tingkat semai pada proses pemulihan vegetasi di hutan alam bekas
tebangan (logged over area) dan mengetahui kestabilan komunitas hutan di jalur
antara dan jalur tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi
permudaan pada awal pemulihan di jalur tanam tidak hanya dari jenis pionir,
melainkan juga jenis klimaks Dipterocarpaceae dan non-Dipterocarpaceae.
Seluruh jalur didominasi oleh jenis – jenis pionir, seperti: Macaranga Gigantea,
Ganua glaberrima, Aporosa prainiana dan Polyalthia rumphii. Famili dengan
jumlah jenis ditemukan terbanyak, yaitu: Phyllanthaceae, Myrtaceae, dan
Dipterocarpaceae. Nilai indeks keanekaragaman seluruh komunitas tergolong
sedang (H’ > 2) dan nilai kemerataan (e’) tergolong tinggi. Seluruh komunitas
antar jalur memiliki nilai IS yang rendah ( IS < 50%) yang berarti permudaan
semai penyusun di tiap jalur memiliki perbedaan yang signifikan dikarenakan
hutan yang diteliti telah terbagi ke dalam beberapa blok tebangan.
Collections
- UT - Silviculture [1443]
