Potensi Pengembangan Agrowisata Kawasan Gunung Salak Endah
Abstract
Agrowisata merupakan suatu bentuk kegiatan yang memanfaatkan kegiatan pertanian sebagai obyek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi, dan hubungan usaha di bidang pertanian. Sebagai langkah awal dalam perencanaan agrowisata di kawasan Gunung Salak Endah perlu dilakukan penelitian tentang potensi pengembangan agrowisata. Penelitian ini mempelajari aspek fisik, biologis, sosial dan ekonomi. Kesesuaian lahan setiap usaha pertanian dalam pengembangan agrowisata dianalisis dengan sistem FAQ. Persepsi pengunjung tentang tujuan ke tapak, pemahaman agrowisata, dan preferensi pengunjung terhadap usaha pertanian, bentuk kegiatan, dan fasilitas dalam pengembangan agrowisata dianalisis dengan menggunakan uji khi-kuadrat. Analisis ekonomi setiap usaha pertanian dilakukan dengan menghitung break even point (BEP), benefit cost ratio (B/C), return of investment (ROI) dan revealed comparative advantage (RCA).
Dari penelitian ini diketahui bahwa kawasan Gunung Salak Endah mempunyai potensi pengembangan agrowisata, yaitu letaknya yang mudah dicapai, keragaman aspek fisik, pemandangan yang indah dan khas, matapencaharian mayoritas penduduknya adalah petani, adanya beberapa obyek wisata dan dominasi lahan pertanian pada tapak. Berdasarkan analisis persepsi dan preferensi pengunjung diketahui bahwa pengembangan agrowisata lebih diarahkan pada kegiatan yang memanfaatkan usaha agro sebagai obyek wisata, bisa dinikmati pemandangan alannya, sifat aktivitasnya aktif dan pasif dengan bentuk kegiatannya adalah budidaya untuk agrowisata perikanan, pertanian hortikultura dan pertanian tanaman pangan, ternak lepas untuk agrowisata peternakan. Berdasarkan analisis ekonomi diketahui bahwa nilai RCA yang lebih dari 1 adalah padi dan nilai B/C dan ROI tertinggi adalah padi.
Lahan yang bisa digunakan untuk pengembangan agrowisata pada tapak adalah 337,6 ha dengan penggunaan sawah A (33,5 ha; padi sawah), sawah B (7,9 ha; padi sawah atau jagung), tegalan A (130,5 ha, padi gogo), tegalan B (22,8 ha; jeruk siam atau pengembalaan), tegalan C (125,9 ha; buncis, mentimun, kacang panjang, cabe, ubi jalar, pepaya atau pisang), tegalan D (7,6 ha; tomat, buncis, mentimun, kacang panjang, cabe, ubi jalar, pepaya atau pisang), perikanan air tenang (9,4 ha) dan tanaman hias berbunga (pada semua lahan).
Collections
- MF - Agriculture [4155]


