View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Ekstrak Kulit Manggis (Garciana mangostana L.) sebagai Edible Coating untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa (Colletotrichum capsici (Syd.) Butler & Bisby) pada Buah Cabai

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (11.47Mb)
      Date
      2017
      Author
      Bisri, Hasan
      Soekarno, Bonny Poernomo Wahyu
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Teknik penyimpanan bahan pertanian yang aman sangat penting dilakukan. Cabai merupakan produk hortikultura penting yang rentan terkena serangan busuk antraknosa selama masa penyimpanan. Upaya penanganan pascapanen buah cabai untuk mengendalikan busuk buah antraknosa telah dilakukan dengan bahan alami. Manggis (G. mangostana) adalah satu jenis buah tropis yang mulai banyak diteliti karena kandungan senyawa kulit manggis menunjukkan sifat antimikrobial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak kulit manggis dan senyawa antimikrobial dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada buah cabai yang disebabkan oleh C. capsici. Kulit manggis yang dicampur dengan akuades dihancurkan dan disaring secara bertingkat. Hasil ekstrak diuji in vitro untuk mengetahui efektivitas daya hambatnya. Konsentrasi terbaik dari cairan ekstrak diformulasikan dalam bentuk edible coating dan diuji in vivo pada buah cabai. Tingkat hambatan relatif, keparahan penyakit, dan masa inkubasi dianalisis dengan metode statistika. Berdasarkan hasil pengujian, konsentrasi ekstrak 50% mampu menghambat C. capsici baik dalam uji in vitro maupun in vivo. Aplikasi ekstrak kulit manggis sebagai edible coating mampu menekan keparahan penyakit antraknosa sebesar 57% dan memperpanjang masa inkubasi C. capsici sebesar 94% (dari 2.13 hari menjadi 4.13 hari
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/84235
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository