View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perkembangan dan Klasifikasi Tanah dari Bahan Volkan Di Daerah Kompleks Endut-Perbakti, Kabupaten Sukabumi

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (9.615Mb)
      Date
      2017
      Author
      Kharisma, Yudha
      Iskandar
      Anda, Markus
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Informasi tentang perkembangan dan klasifikasi tanah dari bahan volkan di daerah kompleks Endut-Perbakti masih sangat sedikit, sehingga perlu penelitian sifat morfologi, fisiko-kimia, mineralogi, dan klasifikasinya. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari perkembangan tanah, klasifikasi tanah, dan komposisi mineral tanah yang berkembang dari bahan volkan di daerah kompleks Endut-Perbakti. Penelitian dilakukan dengan menyegarkan dua singkapan tanah (EP-1 dan EP-2) untuk pengamatan sifat morfologi dan sampel diambil dari tiap lapisan horison untuk analisis fisika (bobot isi dan tekstur), analisis kimia yang meliputi pH H2O, pH NaF, C-organik, KTK, KB, Al dan H dapat ditukar, dan Si, Al, Fe-Amorf, analisis mineralogi fraksi pasir dan klei, dan menetapkan klasifikasi tanah menurut Taksonomi Tanah. Hasil penelitian menunjukkan tanah telah berkembang dengan susunan horison A-Bw-C. Bobot isi tanah EP-1 dan EP-2 masing-masing 0,54 dan 0,93 g cm-3. Komposisi mineral fraksi pasir tanah EP-1 didominasi hiperstein (34-45 %) diikuti oleh andesin, gelas vulkanis, lapukan mineral, dan augit. Tanah EP-2 didominasi turmalin (25-26 %) diikuti oleh magnetit, hiperstein, dan augit. Berdasarkan analisis mineral fraksi berat, tanah EP-1 didominasi oleh hiperstein dan magnetit, sedangkan tanah EP-2 didominasi oleh magnetit, hiperstein, dan turmalin. Mineral fraksi klei tanah EP-1 terdiri dari bahan amorf, sedangkan tanah EP-2 terdiri oleh haloisit. Kedua tanah memiliki pH masam sampai sangat masam (4,37-4,91). Tanah EP-2 memiliki kejenuhan Al tinggi (39,33-53,17 %), kejenuhan basa rendah (8,15-12,12 %), dan KTK efektif rendah (3,56-4,57 me/100 g), dengan nilai lebih tinggi dibanding tanah EP-1. Corganik tanah EP-1 (8,11 %) lebih besar dibanding tanah EP-2 (3,76 %) di horison permukaan. Tanah EP-1 memiliki pH NaF (10,0-12,0) dan alofan (7,25-20,60 %) lebih tinggi dibanding tanah EP-2 dengan pH NaF (8,5-9,0) dan alofan (0,57-0,77 %). Kedua tanah memiliki epipedon umbrik dengan penciri horison bawah permukaan termasuk kambik. Berdasarkan Taksonomi Tanah, tanah EP-1 diklasifikasikan sebagai Acrudoxic Hapludands, halus, amorfik, aktif, isohipertermik, dan tanah EP-2 sebagai Humic Dystrudepts, berklei, haloisitik, semiaktif, isohipertermik.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/83578
      Collections
      • UT - Soil Science and Land Resources [2825]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository