View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Induksi Androgenesis Kultur Antera Leunca (Solanum nigrum L.) dengan Perlakuan Cekaman Suhu Inkubasi pada Sistem Media Dua-lapis.

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (8.698Mb)
      Date
      2017
      Author
      Agustin, Dina
      Supena, Enco Darmo Jaya
      Hadisunarso
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Leunca (Solanum nigrum L.) selain biasa dikonsumsi sebagai sayuran dan lalap juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas leunca dapat diupayakan melalui penggunaan benih hibrida dari persilangan dua tetua galur murni. Pembentukan galur murni dapat dilakukan dengan cepat melalui kultur antera. Penelitian ini bertujuan menguji teknik kultur antera sistem media dua-lapis pada tanaman leunca dengan perlakuan cekaman suhu inkubasi. Perlakuan cekaman suhu inkubasi terdiri atas: suhu rendah (4-9 oC), suhu kamar (25-26 oC), suhu tinggi (32-33 oC), dan suhu tinggi (34-35 oC) selama tujuh hari pertama kultur, kemudian kultur dipindahkan pada suhu inkubasi 27-28 oC selama tiga minggu. Seluruh perlakuan dilakukan dalam keadaan gelap. Antera yang dikulturkan bersumber dari kuncup bunga leunca yang berukuran 4.0-4.5 mm dan berwarna ungu pada kedua ujung antera yang mengandung populasi mikrospora uninukleat akhir lebih dari 50%. Pembelahan sporofitik pada tanaman leunca dapat diinduksi melalui kultur antera pada sistem media dua-lapis dengan cekaman suhu inkubasi 4-9 oC dan 32-33 oC selama tujuh hari pertama kultur. Induksi androgenesis yang ditandai dengan terbentuknya embrio fase pre-globular hanya terjadi pada hasil perlakuan cekaman suhu inkubasi 32-33 oC selama tujuh hari pertama kultur. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa metode kultur antera sistem media dua-lapis yang awalnya dikembangkan untuk cabai memiliki potensi untuk dikembangkan pada tanaman spesies lain yang tergolong dalam genus Solanum.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/83449
      Collections
      • UT - Biology [2402]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository