View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pemanfaatan Filtrat Bakteri Endofit dan PGPR Untuk Menekan Infeksi Bean Common Mosaic Virus Strain Black Eye Cowpea Pada Kacang Panjang

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (16.11Mb)
      Date
      2016
      Author
      Millah, Dzurriyatul
      Damayanti, Tri Asmira
      Giyanto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penyakit mosaik (Bean common mosaic virus) merupakan salah satu penyakit penting yang menjadi pembatas produksi pada kacang panjang. Bakteri endofit dan plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) banyak dimanfaatkan sebagai agens biokontrol yang potensial untuk menekan penyakit tumbuhan, termasuk virus dan sebagai agens penginduksi pertumbuhan tanaman. Keefektivan filtrat bakteri endofit dan PGPR dalam menekan infeksi BCMV belum diketahui. Penelitian bertujuan untuk mengkaji keefektivan filtrat bakteri endofit dan PGPR dalam menekan infeksi BCMV pada kacang panjang. Filtrat bakteri E1, E2, P1, dan P2 merupakan filtrat bakteri potensial hasil seleksi berdasarkan tingkat hambatan relatif terhadap jumlah lesio lokal nekrotik pada tanaman indikator dan diuji keefektivannya pada percobaan di rumah kaca. Filtrat bakteri diaplikasikan sebagai perlakuan benih (B), semprot daun (S), dan kombinasi keduanya (BS). Percobaan didesain menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), setiap percobaan terdiri atas 15 tanaman sebagai ulangan. Peubah pengamatan meliputi daya berkecambah, insidensi penyakit, keparahan penyakit, titer virus, dan peubah agronomi. Perlakuan filtrat bakteri menunjukkan mampu memperpanjang waktu inkubasi berkisar antara 9.27-14.20 hari setelah inokulasi, menekan keparahan penyakit, dan mengurangi titer virus. Perlakuan E1B dan E1S dapat menurunkan keparahan penyakit sebesar 68.27% dan 58.58%. Perlakuan E1B dapat mengurangi titer virus BCMV sebesar 75.10%. Perlakuan filtrat bakteri menunjukkan pengaruh yang bervariasi bergantung pada isolat dan perlakuan. Secara umum perlakuan filtrat bakteri menunjukkan peubah agronomi yang lebih baik dibandingkan tanaman terinfeksi BCMV tanpa perlakuan filtrat bakteri. Di antara filtrat bakteri yang diuji, perlakuan bakteri endofit E1 dengan aplikasi benih (E1B) dan semprot (E1S) merupakan perlakuan paling baik dalam menekan infeksi BCMV pada kacang panjang.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/83403
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository