Produksi Antibodi Poliklonal Untuk Deteksi Residu Kloramfenikol Dengan Metoda Elisa Kompetitif
Date
2004Author
Nasution, Musyirna Rahmah
Zakaria R, Fransiska
Murdiati, Tri Budhi
Metadata
Show full item recordAbstract
Antibiotika Kloramfenikol (CAP) pada ternak di banyak negara dilarang pemakaiannya dan karena efek toksik yang dapat ditimbulkannya yaitu aplastik anemia, resistensi dan alergi. Untuk melindungi konsumen dari efek negatif tersebut maka dilakukan pengawasan terhadap produk peternakan dengan cara mendeteksi residu CAP. Competitive Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA kompetitif) adalah salah satu metoda imunokimia untuk deteksi residu antibiotika. Metoda ini bersifat spesifik, sensitif, mudah, cepat dan hemat. Tujuan penelitian ini adalah mensintesa imunogen yaitu konjugat CAP protein, memproduksi antibodi poliklonal untuk deteksi CAP dan membandingkan sensitivitas antara metoda ELISA kompetitif langsung dan tak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metoda konjugasi mixed anhidrad dapat digunakan pada preparasi imunogen dengan jumlah CAP yang terkonjugasi ke grup amino bebas dari molekul protein Bovine Serum Albumin (CAP-BSA) adalah 18 unit dan ke protein Keyhole Limpet Hemocyanin (CAP-KLH) adalah 782 unit. Produksi antibodi poliklonal CAP-BSA dan CAP-KLH mencapai titer tertinggi dimulai pada pengambilan darah ke-5, 6, 7 dan 8. Sensitivitas antibodi CAP-KLH terhadap CAP dengan metoda ELISA kompetitif langsung diperoleh sebesar 1,75 ppb. Sedangkan sensitivitas antibodi CAP-KLH dengan metoda ELISA kompetitif tak langsung diperoleh sebesar 2,3 ppb dengan menggunakan antigen CAP-BTG dan 5,8 ppb dengan menggunakan antigen CAP-BSA. Metoda ELISA kompetitif langsung lebih sensitif dibandingkan ELISA kompetitif tak langsung dilihat dari nilai IC50 dengan menggunakan antibodi CAP-KLH.
Collections
- MF - Agriculture Technology [2548]


