View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Pemberian Minuman Sari Tomat, Serbuk Bekatul Dan Emulsi Minyak Bekatul Terhadap Aktivitas Antioksidan Padaorang Dewasagemuk

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (17.28Mb)
      Date
      2016
      Author
      Hasan, Maulana
      Damayanthi, Evy
      Anwar, Faisal
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Data Riskesdas pada 6 tahun terakhir menunjukkan peningkatan prevalensi kegemukan pada orangdewasa yaitu dari tahun 2007 (19.1%)ke tahun 2013 (26.3%). Kegemukan akan meningkatkan kejadian stress oksidatif yang berkembang menjadi sindrom metabolik.Kegemukan berhubungan dengan peningkatan peroksidasi lipid, yang salah satu hasil produknya adalah malondialdehid (MDA). MDA merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur stres oksidatif akibat radikal bebas. Pangan antioksidan diketahui dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan menghambat oksidasi dalam tubuh diantaranya tomat yang mengandung likopen dan bekatul yang memiliki kandungan oryzanol, tokoferol dan tokotrienol. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian minuman sari tomat, serbuk bekatul dan minuman emulsi minyak bekatul terhadap aktivitas antioksidan. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian Hibah Dikti StrategisNasional nomor 046/SP2H/PL/Dit.Litabmas/III/2012 dengan judul “Pengkajian Minuman Bekatul, Minyak Bekatul dan Tomat untuk Kesehatan Lipid dan Kadar Gula Darah serta Status Imun Orang Dewasa Gemuk” yang diketuai oleh Prof Dr Ir Evy Damayanthi,MS. Penelitian inimelibatkan 26 subjek yang dibagi dalam dua kelompok. Desain penelitian menggunakan quasi experimental two group pre& post-testyang dilakukan selama 28 hari. Pemilihan subjek dilakukan dengan cara purposive sampling. Kelompok A diberikan minuman sari tomat selama 14 hari dilanjutkan langsung dengan serbuk bekatul siap saji selama 14 hari berikutnya. Kelompok B diberikan minuman sari tomat dan dilanjutkan dengan minuman emulsi minyak bekatul dengan pola waktu yang sama. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik sosial ekonomi yang dikumpulkan di awal penelitian dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data tinggi badan dikumpulkan sebanyak satu kali di awal penelitian menggunakan microtoise dan data berat badan dikumpulkan sebanyak tiga kali yaitu saat screening penelitian, sebelum intervensi, dan setelah intervensi. Data kepatuhan dipantau dan dikumpulkan seminggu 2 kali dengan wawancara menggunakan kuesioner. Pengambilan darah dilakukan sebanyak 3 kali yaitu : (1) awal penelitian, minggu ke 0 sebelum intervensi, (2) minggu ke 2 setelah intervensi sari tomat, (3) minggu ke 4 setelah intervensi minuman serbuk bekatul dan emulsi minyak bekatul. Darah serum subjek yang digunakan sebanyak 1 ml kemudian dilakukan analisis aktivitas antioksidan menggunakan serum darah dengan metode MDA dan DPPH dengan menggunakan alat spektrofotometer. Hasil uji t tidak berpasangan kadar MDA serum pada minggu 0 (sebelum intervensi) menunjukkan tidak ada perbedaan kadar MDA antara kedua kelompok (p > 0.05). Dilihat dari persentase penurunan kadar MDA, pada kelompok A (sari tomat-emulsi minyak bekatul) lebih besar yakni sebesar 25.3% dibandingkan kelompok sari tomat-serbuk bekatul yaitu sebesar 8.7%. Perubahan kadar MDA pada periode intervensi menunjukkan bahwa minuman tinggi antioksidan berhasil menurunkan kadar MDA dalam serum dengan kadar yang berbeda. Hasil uji t berpasangan sebelum dan sesudah perlakuan antarakedua kelompok menunjukkan hanya pada kelompok sari tomat-emulsi minyak bekatul yang berbeda secara signifikan dengan (p< 0.05). Pada uji t tidak berpasangan aktivitas DPPH yang dinyatakan dengan AEAC (ascorbic acid equivalent antioxidant capacity ) menunjukkan tidak ada perbedaan pada minggu 0 (sebelum intervensi) antara kedua kelompok (p= 0.40). Pada metode DPPH, Uji t berpasangan pada kedua kelompok secara signifikan menyatakan ada perbedaan antara nilai AEAC sebelum dan sesudah intervensi (p < 0.05). Kesimpulannya, perlakuan pada kelompok B(sari tomat-emulsi minyak bekatul) lebih mampu memperbaiki aktivitas antioksidan serum dibanding kelompok A (sari tomat-serbuk bekatul).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82288
      Collections
      • MT - Human Ecology [2410]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository