View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengenaan Non-Tariff Measures Dan Dampaknya Terhadap Ekspor Minyak Sawit Indonesia Pada Kasus Sps, Tbt, Dan Quantitative Restriction Measures

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (12.58Mb)
      Date
      2016
      Author
      Pratama, Yudha Ajisurya
      Juanda, Bambang
      Pomfret, Richard
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Sejak krisis finansial dunia, penggunaan non-tariff measures (NTMs) dalam perdagangan internasional menjadi lebih sering dan luas digunakan, sementara itu pengaruhnya terhadap perdagangan masih ambigu. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa NTMs dapat meningkatkan atau membatasi perdagangan. Terlebih lagi, pengaruhnya dapat berubah seiring waktu dan berbeda antar partner dagang satu dan lainnya. Kondisi ini menyebabkan studi tentang pengaruh NTMs terhadap komoditas spesifik sangat dibutuhkan untuk mengukur pengaruh aktualnya dalam perdagangan. Mengingat peran penting yang dimiliki oleh industri minyak sawit terhadap sektor ekonomi dan sosial di Indonesia, maka pengaruh dari pengenaan NTMs yang menyimpan ancaman terhadap potensi perkembangan eksport minyak sawit perlu diperhitungkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh dari faktor-faktor terhadap pengenaan NTMs dalam bentuk sanitary and phytosanitary (SPS), technical barrier to trade (TBT) dan quantitative restriction measures, serta bagaimana pengaruhnya terhadap perdagangan minyak sawit Indonesia. Model regresi logistik digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang diduga mempengaruhi pengenaan NTMs pada ekspor minyak sawit Indonesia dengan menggunakan data dari 40 negara importir terbesar minyak sawit Indonesia. Sedangkan model gravity digunakan untuk mengukur pengaruh NTMs terhadap ekspor minyak sawit Indonesia pada 23 negara importer terbesar. Hasil dari logistic regression model menunjukan bahwa volume impor minyak sawit pada tahun 2012 dan 2013 serta with GDP dan GDP per kapita negara pengimpor memiliki pengaruh terhadap pengenaan NTMs. Hasil dari gravity model mengindikasikan bahwa SPS dan quantitative restriction measures memiliki pengaruh menghambat eksport kelapa sawit Indonesia, sementara TBT memiliki pengaruh meningkatkan ekspor. Empat rekomendasi kebijakan yang diajukan kepada pemerintah untuk memformulasikan kebijakan yang komprehensif agar dapat secara efektif menangkap peluang dan menghadapi tantangan dalam pasar minyak sawit dunia adalah dengan cara mengembangkan industri hilir produk minyak sawit, membuat peraturan yang mengharuskan penggunaan sertifkasi industry minyak sawit yang berkelanjutan, melakukan penindakan hukum yang lebih ketat, meningkatkan kesadaran lingkungan dari masyarakat.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/81889
      Collections
      • MT - Economic and Management [3203]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository