Hubungan Antara Distrlbusl Penguasaan Lahan UsahaTani Dengan Kemlsklnan di Pedesaan (Studi Kasus di Kecamatan Ciampea clan Nanggung, Kabupaten Bogor)
Date
2002Jenis/Type
ThesisAuthor
Sumarya, Yaya
Anwar, Affendi
Rustiadi, Ernan
Hadi, Setia
Metadata
Show full item recordAbstract
Konsekuensi dari adanya tekanan penduduk terhadap lahan, menjadikannya sebagai barang langka dengan nilai yang semakin tinggi. Di satu fihak, sampai dengan saat ini lahan masih merupakan faktor produksi yang paling penting dalam usahatani. Di di fihak lain, stratifikasi sosial yang secara evolutif mengarah kepada terjadinya polarisasi kekuatan finansial, menyebabkan distribusi penguasaan lahan usahatani menjadi timpang. Oleh karena itu, distribusi penguasaan lahan usahatani diduga akan mencerminkan tingkat pendapatan sebagai salah satu indikator kemiskinan di pedesaan.
Penelitian ini dilakukan dengan menelaah hubungan kedua hal tersebut di atas serta faktor-faktor lain yang diduga terkait, sehingga dapat diperoleh rumusan pengentasan kemiskinan di pedesaan.
Luas penguasaan lahan usahatani merupakan peubah yang sangat penting berkenaan dengan tingkat pendapatan keluarga di pedesaan yang menunjukkan kecenderungan bahwa semakin luas akan semakin tinggi pendapatannya, tetapi luas penguasaan lahan usahatani ternyata bukan satu-satunya peubah yang menentukan tingkat pendapatan petani (kemiskinan) di pedesaan, karena ia juga dipengaruhi oleh peubah-peubah lain seperti jenis pekerjaan lain yang ditekuni, aksesibilitas fisik, aksesibilitas terhadap sumberdaya modal maupun keeratan hubungan antar anggota keluarga.
Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan, perbaikan sistem pengelolaan usahatani individual yang selama ini dilakukan dengan sistem pengelolaan usahatani secara bersama dalam bentuk korporasi di mana petani bertindak sebagai pemegang saham (berupa lahan) kiranya akan dapat meningkatkan skala usaha sehingga dapat dicapai efektivitas dan efisiensi yang lebih baik. Bersamaan dengan itu, peningkatan kualitas sumberdaya manusia pedesaan, penyediaan lapangan kerja di pedesaan (selain usahatani), perbaikan prasarana transportasi dan pasar yang lebih dekat sebagai tempat tersedianya sarana produksi dan tempat pemasaran hasil usahatani, serta perbaikan sistim kredit pedesaan akan dapat meningkatkan aksesibilitas petani terhadap sumberdaya modal.
Collections
- MF - Economic and Management [3348]


