Karakter Agronomi Dan Marka Ssr Sebagai Karakter Seleksi Generasi Awal Untuk Toleransi Suhu Tinggi Pada Padi
View/ Open
Date
2016Author
Manalu, Victor Manotar Pademan
Wirnas, Desta
Sudarsono
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh informasi tentang aksi gen dan pewarisan sifat karakter agronomi padi terhadap cekaman suhu tinggi di rumah kaca; (2) memperoleh marka simple sequence repeat (SSR) terpaut toleransi cekaman suhu tinggi melalui metode bulk segregrant analisis dan single marker analysis.
Penelitian pertama bertujuan untuk mencari kriteria karakter seleksi dan memilih segregan terbaik di generasi awal berdasarkan beberapa karakter agronomi untuk adaptasi padi terhadap cekaman suhu tinggi. Penelitian dilaksanakan dari bulan September 2014 sampai bulan Januari 2015. Materi genetik yang digunakan adalah 213 individu segregant F2 yang berasal dari persilangan IPB 4S dan Situ Patenggang, 20 individu tetua IPB 4S, 20 individu tetua Situ Patenggang. Semua materi genetik ditanam dalam kondisi tercekam suhu tinggi di rumah kaca Institut Pertanian Bogor. Rata-rata suhu minimum dan maksimum pada penelitian ini adalah 24 °C dan 42.09 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter: jumlah anakan produktif dan total, jumlah gabah bernas, dan bobot gabah bernas memiliki nilai heritabilitas yang tinggi, aksi gen aditif, dan koefisien keragaman genetik yang tinggi. Karakter-karakter tersebut dapat dijadikan kriteria seleksi pada generasi awal untuk adaptasi padi terhadap cekaman suhu tinggi. Karakter seleksi dapat dilakukan baik dengan satu karakter atau beberapa kriteria karakter.
Penelitian kedua bertujuan untuk memperoleh primer SSR terpaut toleran terhadap suhu tinggi dengan menggunakan bulked segregant analysis (BSA) dan dilanjutkan dengan single marker analysis (SMA). Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor (IPB). Bahan genetik yang digunakan DNA tetua IPB 4S, Situ Patenggang, DNA genotipe F2, 12 Primer SSR. Hasil penelitian menunjukkan primer SSR RM 337 mengikuti segregasi hukum Mendel, kemudian berdasarkan single marker analysis dengan menggunakan karakter bobot gabah bernas menunjukkan primer SSR RM 337 terpaut toleran terhadap suhu tinggi dengan nilai peluang yang sangat nyata. Genotipe F2 yang memiliki pola pita DNA seperti Situ Patenggang (Tetua toleran) dan daya hasil tinggi di dapatkan 54 genotipe F2. Diferensial seleksi berdasarkan genotyping dengan menggunakan primer RM 337 menghasilkan kenaikan bobot gabah bernas sebesar 37.96%.
Collections
- MT - Agriculture [4004]
