Karakterisasi Dna Barcode Pada Lima Jenis Pohon Langka Di Pt. Restorasi Ekosistem Indonesia (Jambi)
View/ Open
Date
2016Author
Novianty, Lily
Siregar, Iskandar Z
Rahayu, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Deforestasi dan degradasi hutan telah mengakibatkan berkurangnya
populasi tumbuhan dan hewan yang mengarah ke status terancam punah dari
beberapa spesies penting. Restorasi ekosistem hutan merupakan salah satu strategi
yang dipilih untuk meningkatkan ukuran populasi dengan cara re-introduksi
spesies penting. Re-introduksi spesies masih menghadapi tantangan dalam hal
identifikasi spesies yang benar, pengadaan bibit berkualitas. Pengembangan alat
baru untuk melengkapi identifikasi tradisional yaitu menggunakan barcode DNA.
Identifikasi spesies masih sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman
pengenal pohon yang terlatih atau para-ahli taksonomi. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menguji aplikasi barcode DNA untuk identifikasi lima jenis pohon
yang terancam punah dengan membandingkan pemeriksaan langsung di lapangan,
verifikasi herbarium, database kesamaan barcode DNA. ITS2, matK dan rbcL
digunakan sebagai calon barcode menunjukkan amplifikasi dan urutan hasil yang
baik.
Hasil perbandingan metode identifikasi spesies menegaskan bahwa akurasi
tinggi ditemukan pada tingkat genus, sementara pada tingkat spesies masih
menunjukkan akurasi yang sangat rendah karena pada kelima jenis belum tersedia
data sekuen secara lengkap pada pangkalan data GenBank maupun pada BOLD
System sebagai referensi. Nilai rata-rata jarak interspesifik lebih besar daripada
jarak intraspesifik pada kelima jenis berdasarkan model K2P. Rekonstruksi pohon
filogeni dengan menggunakan metode Neighbor Joining (NJ) bootstrap 100X
menunjukkan penanda yang akurat dalam mendeskriminasi spesies adalah matK
dan rbcL. ITS2 belum menunjukkan penanda yang akurat dalam mendiskriminasi
spesies karena spesies yang berbeda masih dikelompokkan dalam satu clade.
Collections
- MT - Forestry [1513]
