View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengelolaan Kawasan Pesisir Dengan Pendekatan Ekologi Untuk Optimasi Tambak Tradisional (Studi Kasus Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol)

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (33.59Mb)
      Date
      2016
      Author
      Montolure, Andrat Yani
      Soewardi, Kadarwan
      Yulianda, Fredinan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tambak tradisional di Kabupaten Buol dikelola secara individu dan merupakan aktivitas budidaya skala kecil. Karakteristik ini merupakan hal yang umum pada tambak tradisional di Indonesia. Tambak tradisional memiliki potensi degradasi lingkungan sekaligus potensi pengembangan bagi kesejahteraan masyarakat. Fakta bahwa tambak tradisional yang luas di kawasan Asia telah digunakan untuk budidaya udang dan ikan selama beberapa abad membuktikan potensi keberlanjutannya. Pengembangan budidaya tambak tradisional akan mencakup perluasan area budidaya, peningkatan instalasi sarana prasarana, serta peningkatan penggunaan lahan dan air. Karena tambak tradisional adalah kegiatan berbasis sumber daya, maka perkembangannya bisa memiliki dampak negatif pada sektor lain seperti perikanan, pertanian dan pariwisata. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan tambak tradisional melalui pengembangan kawasan pesisir berdasarkan pendekatan ekologi. Penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu: (1) mengindentifikasi dan menguraikan kapasitas pengembangan berdasarkan aspek ekobioteknik; (2) mengestimasi kontribusi nutrien mangrove dan daya dukung produksi tambak tradisional; dan (3) melakukan analisis keberlanjutan dan pengembangan manajemen kolektif tambak tradisional berbasis sumberdaya pesisir. Lokasi penelitian berada di Desa Kantanan, Negeri Lama, dan Kodolagon, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis spasial, Ocean Data View (ODV), daya dukung produksi, perhitungan rasio tambak dan mangrove, dan Rapid Appraisal Technique for Extensive Brackishwater Pond (RAP-EBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air dan tutupan mangrove di pesisir Bokat mendukung kegiatan tambak tradisional dengan luas total tambak 126 ha dan mangrove 303,5 ha. Selanjutnya, kondisi tutupan mangrove di muara Sungai Bokat sangat kritis dan erosi pantai memberikan ancaman terhadap akses transportasi masyarakat. Kapasitas pengembangan tambak tradisional dibatasi oleh kualitas sumberdaya petambak, sebaliknya kondisi ekologi lingkungan sesuai untuk pengembangan tambak tradisional. Nilai salinitas air payau berkisar diantara 5 dan 32 ppt, dan kualitas air lainnya seperti suhu, pH, DO, dan TSS tidak melebihi nilai ambang batas budidaya. Teknik budidaya yang dilakukan masih banyak kekurangan sehingga hasil produksi tidak maksimal. Beberapa perbaikan dan peningkatan perlu dilakukan sehingga hasil produksi dan pendapatan bertambah. Kawasan mangrove di kawasan tambak mampu menghasilkan C sebesar 659,13 ton / tahun, N sebesar 2,85-12,57 ton / tahun dan P sebesar 0,12-0,54 ton / tahun. Daya dukung produksi di tambak tradisional Kecamatan Bokat adalah 79,8 ton / tahun sedangkan nilai aktual produksi sebesar 52,92 ton/thn. Tingkat produksi aktual tambak tradisional tidak melebihi daya dukung sehingga optimasi dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petambak. Selanjutnya, berdasarkan produksi nutrien kawasan mangrove, rasio luas tambak tradisional dan luas mangrove sebesar 1:2. Artinya, apabila terdapat 1 ha tambak tradisional tanpa pakan maka kontribusi makanan alami didalam tambak dapat disediakan oleh 2 ha mangrove. Karena produktifitas tambak yang kecil, pembukaan mangrove untuk memperluas tambak tidak disarankan. Solusi yang tepat adalah meningkatkan produksi tambak aktual melalui perbaikan manajemen budidaya dengan penerapan better management practices (BMP). Keberlanjutan pengelolaan tambak tradisional menunjukkan status cukup berkelanjutan dengan indeks keberlanjutan multi dimensi sebesar 69,61. Nilai indeks terendah terlihat pada dimensi teknologi sebesar 52,36 sebaliknya nilai tertinggi terllihat pada dimensi ekonomi sebesar 73,47. Status keberlanjutan dimensi teknologi adalah yang terendah dibandingkan dengan dimensi lainnya. Indikator yang paling sensitif adalah penggunaan pestisida dan obat-obatan. Beberapa strategi pengelolaan tambak tradisional secara berkelanjutan diuraikan dengan tiga garis besar pengelolaan yaitu: (1) penentuan klaster tambak tradisional berdasarkan sumber air untuk mengubah aktivitas individu menjadi kolektif untuk perbaikan dan manfaat bersama; (2) penerapan BMP dengan pilot testing untuk mengoptimalkan produksi aktual; dan (3) membangun sistem koordinasi efektif dan diskusi bersama untuk membangun rasa saling percaya di antara petani tradisional.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80464
      Collections
      • MT - Fisheries [3214]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository