Pertumbuhan Sapi Friesian Holstein Dan Limousin Betina Berdasarkan Morfometrik Dengan Menggunakan Citra Digital
View/ Open
Date
2016Author
Hakim, Annisa
Nuraini, Henny
Priyanto, Rudy
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian mengenai citra digital telah dilakukan sebagai metode untuk
mengukur dimensi tubuh, menentukan bobot tubuh, dan pertumbuhan ternak.
Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk membandingkan metode pengukuran
tubuh sapi, yaitu secara manual dan menggunkan citra digital, menentukan
koefisien pertumbuhan relatif sapi Friesian Holstein (FH) dan Limousin betina,
dan membandingkan ukuran dan dimensi tubuh kedua bangsa sapi tersebut.
Pengukuran karakteristik morfometrik sapi FH dan Limousin betina yang
digunakan merupakan hasil dari perhitungan citra digital. Ternak yang digunakan
dalam penelitian ini terdiri atas 53 ekor sapi FH dan 63 sapi Limousin betina.
Pengukuran dimensi tubuh dilakukan secara langsung (manual) dengan
menggunakan alat ukur pada performa umum tubuh, sumbu tubuh, alat gerak
depan dan alat gerak belakang sapi. Data pengukuran dimensi linear kerangka
tubuh yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t, sedangkan pertumbuhan
relatif sapi dilakukan melalui analisis perhitungan dengan persamaan alometrik
menurut Huxley Y=aXb.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran tubuh sapi dengan
menggunakan kedua metode tersebut tidak berbeda nyata dan metode pengukuran
secara digital memiliki koefisien keragaman yang lebih rendah daripada
pengukuran manual. Berdasarkan hasil tersebut metode pengukuran secara digital
dapat diaplikasikan dalam pengukuran morfometrik. Koefisien pertumbuhan
relatif dimensi linear kerangka tubuh sapi FH dan Limousin memiliki perbedaan
yang signifikan. Perbedaan tersebut terdapat pada panjang tulang thoraxic
vertebrae, radius-ulna, metatarsus, dan jarak antar tulang ischium. Metatarsus
merupakan tulang yang paling dini tumbuh pada sapi FH, sedangkan yang paling
lambat terdapat pada jarak antar tulang coxae. Pada sapi Limousin, metacarpus
merupakan tulang yang paling dini tumbuh, dan tulang cervicalis vertebrae
merupakan tulang yang paling lama umbuh. Karakteristik morfometrik sapi FH
dan Limousin menunjukkan bahwa FH memiliki ukuran kerangka tubuh yang
lebih besar daripada Limousin namun memiliki bobot tubuh yang lebih rendah.
Perbedaan bangsa menyebabkan perbedaan dalam performa morfologi. FH
memiliki tulang thoraxic vertebrae, tinggi badan, jarak antar tulang ischium dan
jarak tulang coxae ischium yang lebih panjang. Sedangkan sapi Limousin
memiliki tulang cervicalis vertebrae, sacral vertebrae, dan tulang scapula yang
lebih panjang daripada FH.
Collections
- MT - Veterinary Science [974]
