Penggunaan IAA, Kinetin, BA dan LBA serta Pengaturan Media untuk Induksi Morfogenesis Mawar (Rosa HYbrida) CV 'Grand Gala' Secara Kultur In Vitro
Abstract
Pertumbuhan dan morfogenesis jaringan yang dikulturkan diatur oleh reaksi interaksi serta keseimbangan antara zat pengatur tumbuh (ZPT) tertentu yang ditambahkan (eksogen) dan hormon dalam jaringan tumbuhan. ZPT yang terutama berperan adalah auksin dan sitokinin. Dalam penelitian ini dipelajari respon pertumbuhan dan perkembangan tanaman mawar kultivar 'Grand Gala' dalam kultur in vitro terhadap kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh auksin (IAA) dan sitokinin (Kinetin dan BA) serta bertujuan untuk mengetahui media serta konsentrasi auksin (IBA) yang terbaik untuk memacu terbentuknya akar. Percobaan menggunakan perlakuan faktorial yang disusun dalam rancangan lingkungan RAK dengan dua faktor. Uji perbedaan pengaruh perlakuan dilakukan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT).
Perlakuan IAA 0.5 mg/l memberikan respon munculnya tunas lebih lama, serta jumlah tunas, pertambahan tinggi tunas dan jumlah daun kurang dibanding perlakuan tanpa IAA. Tetapi pada perlakuan IAA - BA, IAA memberikan respon pertambahan tinggi tunas yang lebih besar dibanding tanpa IAA. Perlakuan dengan Kinetin tidak berpengaruh terhadap waktu munculnya tunas, jumlah tunas dan jumlah daun tetapi berpengaruh menghasilkan pertambahan tinggi tunas yang lebih besar dibanding perlakuan tanpa Kinetin. Perlakuan dengan BA tidak berpengaruh terhadap pertambahan tinggi tunas, tetapi berpengaruh terhadap waktu munculnya tunas, jumlah tunas dan jumlah daun. Interaksi antara IAA dan Kinetin tidak berpengaruh terhadap waktu munculnya tunas, jumlah tunas dan pertambahan tinggi tunas. Tetapi berpengaruh terhadap jumlah daun dengan konsentrasi terbaik 3.1 mg/l Kinetin tanpa IAA. Interaksi antara IAA dan BA tidak berpengaruh terhadap waktu munculnya. tunas dan jumlah tunas tetapi berpengaruh terhadap pertambahan tinggi tunas (konsentrasi terbaik 1.6 mg/l BA 0.5 mg/l IAA) dan jumlah daun (konsentrasi terbaik 1.0 mg/l BA tanpa IAA). Perlakuan IAA BA lebih baik daripada IAA - Kinetin. Perlakuan IBA tidak berpengaruh terhadap waktu munculnya akar, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah akar dan panjang akar dengan konsentrasi terbaik 1.0 mg/l. Jenis media yang dicobakan tidak berpengaruh terhadap pembentukan akar. Interaksi antara media dengan IBA berpengaruh terhadap waktu munculnya akar (konsentrasi terbaik 2.0 mg/l IBA pada media MS), jumlah akar (konsentrasi terbaik 2.0 mg/l IBA pada media ½ MS) dan panjang akar (konsentrasi terbaik 0.5 mg/l IBA pada inedia ½ MS).
Collections
- MF - Agriculture [4155]


