Pendugaan Pertumbuhan Dan Keragaan Tanaman Jeruk Keprok Borneo Prima Belum Menghasilkan Pada Berbagai Dosis Pupuk Dan Bentuk Pangkas.
View/ Open
Date
2016Author
Septirosya, Tiara
Septirosya, Tiara
Poerwanto, Roedhy
Poerwanto, Roedhy
Qadir, Abdul
Metadata
Show full item recordAbstract
Jeruk keprok Borneo Prima (Citrus reticulata cv. Borneo Prima)
merupakan komoditas lokal unggulan yang tumbuh di dataran rendah namun
memiliki kulit buah berwarna jingga. Sebagai komoditas baru, jeruk keprok
Borneo Prima harus dikembangkan untuk mengurangi impor jeruk. Pertumbuhan
tanaman didukung oleh beberapa aspek budidaya diantaranya aplikasi pupuk dan
bentuk pemangkasan yang sesuai dengan periode pertumbuhannya. Penelitian
dilakukan di kebun percobaan IPB, Sindang Barang, Bogor dari Februari 2014
hingga Februari 2015. Penelitian ini terdiri dari tiga percobaan terpisah.
Percobaan pertama ialah aplikasi pemupukan nitrogen (0, 20, 40, 60 g N per
pohon per aplikasi) dan pemangkasan (tanpa pemangkasan, pemangkasan terbuka
tengah, pemangkasan pagar). Percobaan kedua adalah pemupukan P K (15 g P+10
g K, 15 g P+15 g K, 20 g P+10 g K, 20 g P+15 g K per tanaman) dan
pemangkasan (tanpa pemangkasan, pemangkasan terbuka tengah, pemangkasan
pagar). Kedua percobaan ini bertujuan untuk memperoleh respon tanaman
terhadap pemupukan dan pemangkasan pada pertumbuhan dan keragaan tanaman.
Percobaan ketiga ialah analisis pertumbuhan akar tunas dan biomas tanaman yang
bertujuan untuk melihat ritme pertumbuhan akar dan tunas serta biomas tanaman
terhadap perlakuan. Data hasil percobaan pertama dan ketiga juga digunakan
untuk membuat pendugaan pertumbuhan tanaman jeruk Keprok Borneo Prima
yang belum menghasilkan.
Pupuk nitrogen berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman
jeruk keprok Borneo Prima belum berproduksi. Pemberian 20 g N per pohon per
aplikasi lebih efisien dalam meningkatkan jumlah tunas dan daun baru yang
terbentuk. Pemupukan fosfor dan kalium hanya berpengaruh pada jumlah tunas.
Jumlah tunas baru terbentuk paling banyak dengan pemupukan 15 g P+10 g K per
pohon per aplikasi. Perlakuan pemangkasan berpengaruh signifikan terhadap
keragaan tanaman (yaitu tinggi tanaman dan proyeksi bayangan tajuk dan
kehijauan daun. Pangkas terbuka tengah dan pangkas pagar membuat tajuk lebih
terbuka yang dapat meningkatkan intersepsi cahaya sehingga meningkatkan laju
fotosintesis. Tidak terdapat interaksi antar perlakuan pemupukan nitrogen dengan
pemangkasan, maupun perlakuan pemupukan fosfor kalium dengan pemangkasan.
Pertumbuhan tunas meningkat dua minggu setelah pemupukan nitrogen dan
pemangkasan, sedangakan peningkatan pertumbuhan akar secara cepat terjadi
sesaat setelah dormansi tunas terjadi. Hasil pendugaan menunjukkan bahwa 20 g
N yang dikombinasikan dengan pangkas terbuka tengah merupakan perlakuan
paling efisien untuk pertumbuhan tanaman Jeruk Keprok Borneo Prima belum
menghasilkan.
Collections
- MT - Agriculture [4005]
