Analisis Kesediaan Membayar (WTP) Dan Faktor Yang Memengaruhi Petani Kakao Dalam Membayar Zakat Perkebunanan (Kasus Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur).
Abstract
Zakat merupakan ibadah wajib dalam Islam. Zakat dibedakan menjadi zakat
Nafs (fitrah) dan zakat Maal (harta). Hasil perkebunan merupakan Maal (harta)
yang wajib dikeluarkan zakatnya. Desa Bandar Agung, kecamatan Bandar
Sribhawono, Lampung Timur merupakan daerah perkebunan kakao yang
produktif. Mayoritas petani desa tersebut beragama Islam. Sebagai muslim yang
taat, petani kakao Desa Bandar Agung memiliki kewajiban zakat atas hasil
pertanian mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi nilai
willingness to pay petani kakao terhadap zakat perkebunan dan menganalisis
faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan membayar petani kakao terhadap
zakat perkebunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Contingent
Valuation Method (CVM) dan metode logistik. Penelitian ini menghasilkan bahwa
Nilai rata-rata WTP yang bersedia dibayarkan oleh petani kakao terhadap zakat
perkebunan adalah sebesar Rp 17.719,00 per-bulan. Variabel yang memengaruhi
kemauan membayar zakat perkebunan oleh petani kakao adalah tingkat
pendidikan, tingkat keimanan, alturisme dan dummy mengikuti pengajian.
