Pendugaan Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) Harian Terkait Musim (Studi Kasus: Indonesia).
Abstract
Kemampuan The Gridded Analysis and Display System (GrADS) dalam
memvisualisasikan curah hujan dan konsentrasi karbon monoksida di Indonesia
akan dicobakan dengan melakukan analisis antara data Tropical Rainfall
Measurement Mission ( TRMM) 3B42 V7 periode 1 Desember 2012 hingga 30
November 2014 dengan data Total Column Carbon Monoxide (TCO) keluaran
European Centre for Medium Range Weather Forecast. Kemampuan GrADS yang
dievaluasi yaitu kemampuan dalam memvisualisasikan data curah hujan TRMM
3B42 V7 dan karakteristik (TCO) dari European Centre for Medium Range
Weather Forecast pada empat waktu pengukuran yaitu 00.00 UTC, 06.00 UTC,
12.00 UTC, 18.00 UTC. Adapun pola tersebut dilukiskan oleh grafik timeseries.
Selain itu, analisis puncak kemarau maupun puncak hujan dilakukan untuk
mengetahui tingkat keterkaitan nilai curah hujan dalam mempengaruhi kadar TCO
di atmosfer Indonesia. Hasil evaluasi GrADS menunjukkan nilai keluaran TCO
pada saat musim kemarau lebih tinggi jika dibandingkan dengan data nilai keluaran
pada saat musim hujan. Nilai TCO dominan tertinggi terjadi di Timur Sumatera
sepanjang tahun. Pada grafik regresi dapat diketahui hubungan TCO terhadap
tingkat curah hujan TRMM di Indonesia adalah bervariasi berdasarkan tipe curah
hujan wilayah. Adapun tipe curah hujan tersebut adalah monsunal, ekuatorial dan
lokal. Korelasi TCO terhadap tipe hujan monsunal dan lokal di wilayah Indonesia
adalah semakin tinggi curah hujan maka semakin rendah tingkat konsentrasi TCO.
Hal yang berbeda terjadi pada kadar TCO di wilayah dengan tipe hujan ekuatorial
di wilayah Indonesia. Korelasi tersebut adalah semakin tinggi curah hujan di
wilayah ekuatorial maka semakin tinggi pula tingkat konsentrasi Total Column
Carbon Monoxide di wilayah tersebut.
