Pengaruh Biochar terhadap Sifat Fisik Tanah dan Agregat Halus Contoh Tanah Typic Kanhapludults Taman Bogo, Lampung Timur
View/ Open
Date
2015Author
Zhaeittun, Pristarista Pipta
Darmawan
Baskoro, Dwi Putro Tejo
Metadata
Show full item recordAbstract
Biochar (arang hayati) merupakan butiran halus dari arang berpori, yang terbentuk melalui pembakaran tanpa oksigen (pyrolisis) pada suhu 300-500⁰C, sehingga diperoleh karbon sekitar 70-80% yang dapat meningkatkan C-organik, stabilitas agregat, pH, KTK, aerasi dan kadar hara tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) sifat fisik tanah yaitu bobot isi, ruang pori total, dan distribusi pori serta (2) mengetahui jumlah, luas permukaan, dan ukuran serta volume pori agregat halus ( ≤ 1 mm dan ≤ 0.05 mm) pada tanah Typic Kanhapludults yang diberi biochar pada 3 tahun yang lalu sebanyak satu kali aplikasi. Rancangan perlakuan penambahan biochar ialah Split split Plot dengan tiga faktor yaitu jenis biochar (kulit kakao dan sekam padi), jenis olah tanah (konservasi dan konvensional) dan dosis biochar (0 ton/ha dan 5 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis dan dosis biochar yang dikombinasikan dengan olah tanah berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap bobot isi, ruang pori total, dan distribusi pori. Perlakuan juga tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah, luas permukaan, serta ukuran dan volume pori agregat halus. Walaupun demikian tampak bahwa jumlah agregat halus lebih sedikit pada petak yang diberi biochar. Hasil pengukuran pori agregat halus menunjukan bahwa agregat halus memiliki pori dengan ukuran yang sangat kecil dalam jumlah yang signifikan, ukuran pori ini diduga dapat dimanfaatkan sebagai filter bahan toksik tanah ataupun dapat mengesampingkan penetrasi oleh enzim untuk pembusukan bahan organik.
